Text
Asuhan Keperawatan Dengan Masalah Ketidakefektifan Bersih Jalan Nafas Pada Klien Tuberkulosisi Paru di Ruang Anggrek RSUD Dr. M. Soewandhie Surabaya
Tuberkulosis paru merupakan masalah yang timbul tidak hanya di negara berkembang, tetapi juga di negara maju. Tuberkulosis paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis. Di Indonesia tuberkulosis paru menduduki urutan ke-4 untuk angka kesakitan sedangkan sebagai penyebab kematian menduduki urutan ke-5 yang menyerang sebagian besar kelompok usia produktif dari kelompok sosial ekonomi lemah. Walaupun upaya memberantas tuberkulosis paru telah dilakukan, tetapi angka insiden maupun prevalensi tuberkulosis paru di Indonesia tidak pernah turun. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kesenjangan antara dua kasus dengan teori mengenai asuhan keperawatan ketidakefektifan bersihan jalan nafas pada klien tuberkulosis paru di ruang Anggrek RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya.
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan dengan mengambil dua kasus sebagai unit analisis. Unit analisis adalah pasien dengan BTA positif yang dirawat di ruang Anggrek RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya. Metode pengambilan data adalah dengan metode wawancara dengan klien, menggunakan catatan rekam medis, observasi dengan pengukuran tanda-tanda vital dan pengkajian fisik meliputi inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan format asuhan keperawatan medikal bedah sesuai ketentuan yang berlaku di prodi keperawatan kampus Soetomo. Analisa data yang dilakukan dengan membandingkan kasus tuberkulosis paru antara 2 pasien dengan cara membandingkan kesenjangan antara proses asuhan keperawatan.
Berdasarkan analisa data diperoleh kesimpulan pengkajian terdapat perbedaan karakteristik pada kedua pasien, diagnosa keperawatan disesuaikan dengan kondisi pasien, perencanaan dan pelaksanaan disesuaikan dengan kebijakan serta sarana dan prasarana di rumah sakit, hasil evaluasi sesuai kondisi pasien .
Di harapkan untuk peneliti selanjutnya, sebaiknya memilih karakteristik subjek yang berbeda serta meningkatkan kualitas asuhan keperawatan khususnya pada kasus tuberkulosis paru.
Tidak tersedia versi lain