Text
Asuhan Keperawatan Dengan Masalah Keperawatan Perubahan Perfusi Jaringan Perifer pada Klien dengan Gagal Ginjal Kronik Di Ruang Teratai RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya
Gagal ginjal kronis merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan ireversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit. Di Indonesia peningkatan penderita penyakit ini mencapai angka 20%. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan memahami secara mendalam mengenai asuhan keperawatan dengan masalah perubahan perfusi jaringan perifer pada pasien gagal ginjal kronik di Ruang Teratai RSUD. Dr. Mohammad Soewandhie Surabaya.
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan dengan mengambil satu kasus yakni gagal ginjal kronik. Unit analisis yang diteliti berjumlah dua individu/klien dengan satu kasus yang sama yaitu gagal ginjal kronik yang dirawat inap di Ruang Teratai RSUD. Dr. M. Soewandhie Surabaya. Metode pengambilan data adalah dengan melakukan wawancara kepada pasien atau keluarga, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Instrumen pengumpulan data menggunakan format asuhan keperawatan sesuei ketentuan yang berlaku di Prodi Keperawatan Kampus Soetomo Surabaya.
Berdasarkan analisa pembahasan diperoleh kesimpulan, tahap pengkajian didapatkan bahwa gagal ginjal kronik yang diderita pada kasus 1 dan kasus 2 disebabkan kebiasaan mengkonsumsi makanan siap saji. Diagnosa keperawatan utama didapatkan: pada kasus 1 adalah perubahan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan penurunan komponen seluler yang diperlukan untuk pengiriman oksigen/nutrient ke sel dan anemia. Perencanaan didapatkan bahwa intervensi yang selama ini ada dalam teori mampu mengatasi masalah gagal ginjal kronik pada kasus nyata di rumah sakit.Pelaksanaan dilakukan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun dan Evaluasi didapatkan pada kasus 1: masalah utama ketidakseimbangan cairan dalam tubuh dapat teratasi dalam waktu 3x24 jam dan pada kasus 2 masalah utama nyeri teratasi dalam waktu 2x24 jam setelah klien menjalani rawat inap di rumah sakit.
Diharapkan bagi tenaga kesehatan setempat untuk terus meningkatkan penyuluhan kepada keluarga mengenai gagal ginjal kronik sehingga derajat kesehatan pasien meningkat, keluarga menjadi lebih kooperatif terhadap terapi yang diberikan, dapat menanggulangi secara dini kejadian gagal ginjal kronik dan dapat mencegah terjadinya gagal ginjal kronik di Ruang Teratai RSUD.Dr. M. Soewandhie Surabaya.
Tidak tersedia versi lain