Text
Asuhan Keperawatan Ketidak Efektifan Pola Nafas Pada Bayi Berat Lahir Rendah Dengan Asfiksia Pasca Resusitasi Di Ruang Neonatus RSUD dr.M. Soewandhie Surabaya
Berat bayi dan masa kehamilan menggambarkan bahwa semakin kecil berat badan bayi dan semakin muda masa kehamilan, maka semakin besar pula risikonya. Masalah pada BBLR dapat disebabkan oleh prematuritas organ. Salah satunya pada organ pernafasan dapat menyebabkan asfiksia neonatorum. Data BBLR di Ruang Neonatus RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya pada bulan Juli-September tahun 2013 sebanyak 117 (11,30%), bayi yang meninggal disebabkan oleh asfiksia sebanyak 18 (23,68%) kasus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang bertujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan pada Bayi Berat Lahir Rendah dengan asfiksia pasca resusitasi di Ruangan Neonatus RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya. Unit analisis adalah dua bayi berat lahir rendah dengan asfiksia pasca resusitasi di ruangan Neonatus RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya. Metode pengumpulan data adalah dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Instrumen pengumpulan data menggunakan format asuhan keperawatan. Hasil penelitian antara dua kasus didapatkan perbedaan pada riwayat prenatal, natal, postnatal, alur resusitasi, usia gestasi, periode apnea, pemberian oksigen dan evaluasi akhir. Kesimpulan dari penelitian ini adalah masalah keperawatan prioritas ketidakefektifan pola napas. Sehingga disarankan kepada kepada keluarga untuk merencanakan persalinan dalam usia reproduktif serta meningkatkan pemeriksaan Ante Natal Care sehingga risiko melahirkan bayi berat lahir rendah dan asfiksia dapat dihindari. Selain itu, kepada rumah sakit untuk direncanakan dan dilaksanakan pemberian pelatihan tentang penanganan pada BBLR dengan Asfiksia dan asuhan pascaresusitasi kepada perawat yang belum mengikuti pelatihan.
Tidak tersedia versi lain