Text
Pengetahuan Tentang Penanggulangan Penderita Gawat Darurat pada Pramuka Penegaak Saka Bakti Husda di Surabaya
Dari studi pendahuluan diduga rendahnya pengetahuan anggota pramuka penegak Saka Bakti Husada di Surabaya tentang Penanggulangan Penderita Gawat Darurat yang masih rendah. Sehingga perlu dilakukan penelitian pada sampel yang lebih besar dengan tujuan diketahuinya tingkat pengetahuan pramuka penegak Saka Bakti Husada di Surabaya tentang Penanggulangan Penderita Gawat Darurat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan populasi 200 orang anggota pramuka penegak Saka Bakti Husada di Surabaya dari 10 SMA di Surabaya yang dibina oleh masing-masing puskesmas dengan 20 orang anak binaan di setiap puskesmas, sedangkan besar sampel dari populasi tersebut yang dipilih dari purposive sampling adalah 90 orang. Hasil yang didapatkan hampir setengahnya (46%) memiliki pengetahuan yang tergolong cukup tentang pengertian PPGD, sebagian besar (52%) memiliki pengetahuan yang tergolong cukup tentang tanda-tanda syok dan tindakan untuk mengatasi syok, tetapi hampir setengahnya (44%) memiliki pengetahuan yang tergolong kurang, namun hampir setengahnya (38%) memiliki pengetahuan yang tergolong baik, selain itu didapatkan hampir setengahnya (49%) memiliki pengetahuan yang tergolong kurang. Karena itu disarankan agar pengetahuan anggota pramuka penegak Saka Bakti Husada di Surabaya dipertahankan dan ditingkatkan tentang pembebatan dan pembidaian, tentang PPGD dan tentang tanda-tanda syok dan penanganan untuk mengatasi syok, serta memperbaiki pengetahuan tentang indikasi dan prosedur RJP, transportasi yang diperoleh dengan mengikuti latihan secara rutin tentang PPGD dan juga mengikuti perkembangan ilmu PPGD terbaru yang selalu mengalami pembaruan setiap 5 tahun.
Tidak tersedia versi lain