Text
Hubungan Indeks Massa Tubuh ( IMT ) dengan Kadar Kolestrol dalam Darah pada Masyarakat Desa Ngepung Rejosari Kec. Deket Lamongan
Kolesterol adalah lemak berwarna kekuningan berbentuk seperti lilin yang diproduksi oleh tubuh terutama diambil di dalam hati.. Banyak orang beranggapan bahwa mereka yang tua atau yang gemuk saja yang berisiko menderita kolesterol tinggi (hiperkolesterol). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kadar kolesterol dalam darah pada masyarakat di Desa Ngepung Rejosari Kecamatan Deket Lamongan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional dengan menggunakan metode Crossectional. Sampel yang digunakan adalah 30 masyarakat di Desa Ngepung Rejosari Kecamatan Deket Lamongan yang dipilih menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data dilaksanakan mulai tanggal 25 Maret sampai 23 April 2013.
Variabel independen dalam penelitian ini adalah Indeks Massa Tubuh (IMT). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Kadar kolesterol dalam darah. Untuk mengetahui derajat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen digunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment didapatkan nilai r= 0,116 yang ternyata lebih besar dari nilai α= 0,05 sehingga tidak terdapat hubungan yang bermakna antara Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Kolesterol dalam darah.
Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan yang bermakna antara Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Kolesterol dalam Darah pada Masyarakat Desa Ngepung Rejosari Kecamatan Deket Lamongan. Sehingga ada tidak semua yang memiliki IMT tinggi juga memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Oleh sebab itu, semua orang baik kurus apalagi gemuk, belum pernah menderita kolesterol apalagi yang sudah pernah mengalaminya, perlu menjaga makanan, olahraga, menghindari rokok dan stres.
Tidak tersedia versi lain