KTI
Perilaku Jajan Siswa SD Tentang makanan Berbahan Tambahan di Kelas V SDN Tembok Dukuh III Surabaya
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh BPOM pada tahun 2010 di seluruh sekolah SD di Indonesia menunjukkan bahwa 328 sampel dari 2.984 sampel pangan jajanan anak sekolah tidak memenuhi syarat. Masalah dalam penelitian ini adalah masih ditemukan adanya pewarna, pengawet, pemanis buatan, formalin dan boraks dalam pangan jajanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku jajan siswa SD tentang makanan berbahan tambahan di kelas V SDN Tembok Dukuh III Surabaya.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 79 siswa. Instrumen untuk pengambilan data adalah dengan menggunakan kuesioner dengan analisa data secara deskriptif.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebagian besar siswa mempunyai pengetahuan baik tentang makanan jajanan dengan bahan tambahan pangan (BTP), sebagian besar siswa mempunyai sikap negatif dan sebagian besar siswa mempunyai tindakan yang baik tentang makanan jajanan dengan bahan tambahan (BTP).
Mengingat masih terdapat siswa yang mempunyai sikap negatif tentang makanan jajanan dengan Bahan Tambahan Pangan (BTP), maka diperlukan sikap positif dari orang tua dengan melakukan pengawasan kebiasaan jajan anak sekolah dan memberikan bimbingan serta nasehat agar anak dapat memilih makanan jajanan yang sehat ketika di luar rumah
Tidak tersedia versi lain