Text
Hubungan Pola Makan Pagi Dengan Konsentrasi Belajar Mahasiswa Tingkat II Prodi DIII Keperawatan Kampus Soetomo Surabaya
Pola makan pagi yaitu usaha makan pada pagi hari sebelum beraktifitas, yang terdiri dari makanan pokok dan lauk pauk atau makanan kudapan. Jumlah yang dimakan kurang lebih 1/3 dari makanan sehari. Manusia membutuhkan makan pagi, karena dalam makan pagi diharapkan memenuhi kecukupan energi yang diperlukan untuk melakukan aktivitas. Makan pagi akan menyumbang gizi sekitar 25%. Ini adalah jumlah yang cukup signifikan, apabila kecukupan energi yang dibutuhkan adalah sekitar 2000 kalori dan protein 50 g sehari untuk orang dewasa, maka makan pagi menyumbangkan 500 kalori dan 12,5 g protein.
Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik korelasional dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Tingkat II Prodi DIII Keperawatan Kampus Soetomo Surabaya Tahun Ajaran 2012/2013 sebanyak 61 mahasiswa menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar kuesioner dan lembar test yang dilakukan pada tanggal 21 Maret 2013 di kampus Prodi DIII Keperawatan Kampus Soetomo Surabaya.
Variable bebas dalam penelitian ini adalah pola makan pagi dan variable terikat adalah konsentrasi belajar. Untuk mengetahui adanya hubungan antara pola makan pagi dengan konsentrasi belajar digunakan uji statistik Spearman Rank.
Hasil penelitian yang diperoleh dari analisis statistik dengan menggunakan Uji Spearman Rank dengan tingkat kesalahan 5% (α = 0,05) didapatkan hasil t hitung < t tabel (0,23 < 2,00) menunjukkan bahwa tidak adanya hubungan antara pola makan pagi dengan konsentrasi belajar.
Oleh karena itu, maka perlu dihimbau untuk lebih meningkatkan kebiasaan pola makan pagi teratur setiap hari sebelum beraktifitas agar tubuh tidak kekurangan energi dan otak tetap mendapat nutrisi, serta mampu menciptakan lingkungan nyaman dan bersih agar dapat terciptanya konsentrasi yang efektif.
Tidak tersedia versi lain