Text
Perbedaan Stres dan Mekanisme Koping antara Mahasiswa Tingkat I dan Tingkat II Prodi D. III Keperawatan Kampus Soetomo Surabaya
Di dalam dunia pendidikan mahasiswa-mahasiswi sangat rentan sekali terhadap stress. Tugas-tugas kuliah, beban pelajaran, termasuk kompetensi perkuliahan dan meningkatnya kompleksitas materi perkuliahan yang semakin lama semakin sulit. Bermacam-macam reaksi yang muncul dari para mahasiswa terhadap pemberian tugas kuliah. Apabila koping mekanisme koping yang kurang baik akan mengakibatkan gangguan psikologis yang mungkin timbul dan akan menurunkan kemampuan akademik yang berpengaruh terhadap indeks prestasi.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik komparatif yang mengkaji perbedaan stres dan mekanisme koping antara mahasiswa tingkat I dan tingkat II Prodi DIII Keperawatan Kampus Soetomo Surabaya. Desain penelitian yang digunakan adalah pendekatan cross sectional. Sebagai populasi adalah semua mahasiswa tingkat I dan II Prodi DIII Keperawatan Kampus Soetomo Surabaya dengan jumlah 143 orang. Sedangkan sampel dipilih dengan teknik proportional random sampling sejumlah 128 orang.
Hasilnya dilakukan uji statistik, untuk stres dengan pengujian Wilcoxon-Mann-Whitney U-Test dengan α = 0,05, diperoleh nilai 1,010 dengan probabilitas 0,1469 hal ini berarti > α (0,05) berarti Ho diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan stres antara mahasiswa tingkat I dan II Prodi DIII Keperawatan Soetomo Surabaya, dengan hasil sebagian besar mahasiswa tingkat I dan II tidak mengalami stres, sedangkan untuk mekanisme koping dengan pengujian Chi – Square pada taraf signifikan sebesar 0,05, dan didapatkan nilai x2 hitung = 2,15 dan nilai x2 tabel dengan dk= 1 dan α = 0,05 = 3,841. Karena nilai x² hitung < dari nilai x² tabel, maka H0 diterima artinya tidak ada perbedaan mekanisme koping antara mahasiswa tingkat I dan II Prodi DIII Keperawatan Kampus Soetomo Surabaya, dengan hasil sebagian besar mahasiswa tingkst I dan II menggunakan mekanisme koping adaptif, sehingga disarankan kepada institusi pendidikan untuk memperkuat peran pendamping melalui pembimbing akademik dalam masalah-masalah atau kendala yang dihadapi mahasiswa dalam proses akademisi yang dapat menyebabkan stres, dan untuk mahasiswa agar dapat meningkatkan kemampuan penatalaksanaan manajemen stres yang efektif.
Tidak tersedia versi lain