Text
Hubungan Status Gizi kejadian Ispa Pada Anak Usia 6 - 12 Tahun di Puskesmas Pacar Keling Surabaya
Status gizi yang baik terjadi bila tubuh memperoleh asupan zat gizi yang cukup sehingga dapat digunakan oleh tubuh untuk pertumbuhan fisik, perkembangan otak dan kecerdasan, produktivitas kerja serta daya tahan tubuh terhadap infeksi secara optimal. Kelompok anak usia sekolah (6-12 tahun) merupakan kelompok rentan gizi. ISPA adalah infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang tenggorokan, hidung, dan paru-paru yang berlangsung selama kurang lebih 14 hari, ISPA mengenai struktur saluran atas dan bawah secara stimulan atau berurutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian ISPA pada anak usia 6–12 tahun di Puskesmas Pacar Keling Surabaya.
Desain penelitian adalah analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasinya adalah anak usia 6-12 tahun di Puskesmas Pacar Keling Surabaya. Tehnik sampling adalah non probability sampling metode accidental sampling dengan jumlah responden 41 anak usia 6-12 tahun. Variabel dalam penelitian ini sebagai variabel bebas adalah status gizi anak usia 6-12 tahun dan sebagai variabel tergantung adalah kejadian ISPA pada anak usia 6-12 tahun. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengukuran status gizi dengan tabel Z-score. Tehnik analisis data menggunakan uji statistik korelasi Spearman Rank Order.
Hasil uji statistik Spearman Rank Order dengan α = 0,05, diperoleh hasil t hitung = 2,100 > t tabel = 2,021. Menunjukkan ada hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA pada anak usia 6-12 tahun di Puskesmas Pacar Keling Surabaya.
Disarankan perlu ditingkatkannya status gizi anak agar kedepannya anak dapat menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat sehingga tidak mudah terkena ISPA.
Tidak tersedia versi lain