Text
HUBUNGAN GAYA PENGASUHAN ORANG TUA DENGAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PADA SISWI DI SMP KARTIKA IV – I SURABAYA
Pengetahuan remaja yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi masih sangat sedikit. Data dari SKRRI atau Survey Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia tahun 2002-2003 menyatakan bahwa 21 % remaja putri tidak mengetahui tanda perubahan fisik pada remaja. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dikarenakan akses remaja untuk mendapat informasi sangat terbatas. Orang tua yang seharusnya menjadi agen sosialisasi yang utama dan pertama kerap justru menjadi enggan membicarakan persoalan yang berkaitan dengan reproduksi secara terbuka karena masih dianggap tabu atau menganggap anaknya masih kecil dan belum layak membicarakan tentang reproduksi. Oleh sebab itu, dipandang perlu untuk melakukan penelitian tentang hubungan gaya pengasuhan orang tua dengan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada siswi di SMP Kartika IV-I surabaya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, dengan tehnik simple random sampling pada populasi penelitian siswi kelas VIII SMP Kartika IV – I Surabaya sebanyak 51 siswi dengan sample 45 siswi. Instrumen untuk pengambilan data adalah dengan menjawab kuesioner yang telah diberikan.
Berdasarkan hasil uji Fisher’s Exact hasil penelitian diperoleh probabilitas (P)= 0,23 yang lebih besar dari taraf kesalahan (α) yang ditetapkan sebesar 0,05, sehingga H0 diterima. Hal tersebut dapat dinyatakan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara gaya pengasuhan orang tua dengan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi pada siswi di SMP Kartika IV – I Surabaya. Pada penelitian tersebut juga didapatkan 28,89% berpengetahuan kurang.
Tidak tersedia versi lain