Text
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN PERUBAHAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWA PRODI D.III KEPERAWATAN KAMPUS SOETOMO SURABAYA
Stres merupakan segala masalah atau tuntutan penyesuaian diri dan karena itu suatu yang dapat menyebabkan berbagai gangguan pada tubuh manusia. Apabila seorang wanita sedang mengalami stres dan tidak dapat menanganinya dengan baik maka dapat mengganggu mestruasi karena stres melibatkan sistem neuroendokrinologi sebagai sistem yang besar peranannya dalam reproduksi wanita sehingga dapat menimbulkan gangguan pada siklus menstruasi.
Jenis penelitian ini adalah penelitian analisis dengan menggunakan metode pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Prodi D.III Keperawatan Kampus Soetomo Surabaya Tingkat I dan Tingkat II sebanyak 92 mahasiswa wanita dengan menggunakan teknik simple rendom sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner DASS 42 untuk mengukur tingkat stres dan kuesioner pola menstruasi untuk mengetahui pola menstruasi yang dialami.
Hasil penelitian yang diperoleh dari hasil analisis statistik dengan menggunakan Uji Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 dan n lebih dari 50, didapatkan Sign (0,951) > α (0,05) berarti tidak ada hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi mahasiswa wanita Prodi D.III Keperawatan Kampus Soetomo Surabaya. Hal ini menunjukkan semakin berat tingkat stres yang dialami mahasiswa, bukan salah satu indikator khusus yang akan mengakibatkan gangguan pada siklus menstruasi.
Tidak tersedia versi lain