Text
HUBUNGAN TINGKAT STRESS IBU DENGAN PEMBERIAN ASI DI POSYANDU RW V KELURAHAN PACAR KEMBANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS PACAR KELING SURABAYA
Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama sangat menunjang untuk kelangsungan hidup dan tercapainya pertumbuhan optimal pada bayi. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap proses menyusui dan produksi ASI adalah faktor psikologis ibu. Perasaan stres dan tertekan pada ibu dapat menghambat produksi ASI.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional antara tingkat stres dengan pemberian ASI. Sampel dalam penelitian ini adalah 31 ibu dari bayi (0-6 bulan) yang datang ke Posyandu RW V Kelurahan Pacar Kembang wilayah kerja Puskesmas Pacar Keling Surabaya dengan menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tingkat stres ibu, dan variabel terikat adalah Pemberian ASI. Untuk mengetahui adanya hubungan tingkat stres dengan pemberian ASI digunakan uji statistik Chi Square.
Hasil yang diperoleh dari uji statistik Chi Square dalam penelitian ini dengan tingkat kesalahan α = 0,05 dk = 1 diperoleh hasil X² hitung = 4,93. Karena X² hitung > X² tabel (4,93 > 3,841), sehingga dapat disimpulkan ada hubungan tingkat stres ibu dengan pemberian ASI di Posyandu RW V Kelurahan Pacar Kembang wilayah kerja Puskesmas Pacar Keling Surabaya.
Diharapkan ibu dan keluarganya perlu menguasai informasi tentang fisiologis laktasi, keuntungan pemberian ASI, kerugian pemberian susu formula, pentingnya rawat gabung, cara menyusui yang baik dan benar, dan menghubungi petugas kesehatan jika terdapat keluhan atau masalah seputar menyusui. Selain itu ibu yang bekerja lebih rajin untuk memerah ASInya agar bayi hanya mendapat ASI selama 6 bulan. Serta ibu lebih memperhatikan pengasuh bayi agar pengasuh bayi juga berperan aktif dalam pemberian ASI saat ibu bekerja.
Tidak tersedia versi lain