Text
FAKTOR RESIKO PENYEBAB INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT PADA BALITA (Di Desa Banjar Panjang, kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan)
Jenis Penelitian ini deskriptif yaitu case study dengan variabel tunggal yaitu faktor risiko penyebab ISPA pada balita, meliputi sub variabel yaitu faktor ekstrinsik terdiri dari kepadatan hunian, ventilasi rumah, dan pencemaran udara dalam rumah. Sedangkan faktor instrinsik terdiri dari umur, jenis kelamin, status gizi, status imunisasi, pemberian vitamin A dan pemberian ASI. Dengan responden seluruh balita yang terdiagnosa ISPA pada tahun 2009 di wilayah desa Banjarpanjang sebanyak 38 responden yang ada di wilayah desa Banjarpanjang Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, analisa dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian yaitu anak yang berisiko terkena ISPA karena kepadatan hunian tidak sesuai 13,20%, ventilasi tidak sesuai 55,26%, ada sumber polusi dalam rumah 100%,rata-rata penderita ISPA 25 bulan, jenis kelamin laki-laki 68,4%, status gizi buruk 2,63% dan gizi kurang 2,63%, tidak ASI eksklusif 68,42%, status imunisasi tidak lengkap 2,63%, vitamin A tidak lengkap 0%. Kesimpulan menunjukkan penderita ISPA lebih banyak dialami anak yang tinggal di rumah yang kepadatan hunian tidak padat, ventilasi tidak sesuai, ada sumber udara dalam rumah, berusia balita, jenis kelamin laki-laki, status gizi baik, status imunisasi lengkap, dan status pemberian vitamin A lengkap.
Kata kunci: ISPA, balita
Tidak tersedia versi lain