Text
Laporan Kasus Pada Ibu Bersalin Dengan Ketuban Pecah Dini Di Poned Puskesmas Plaosan Kabupaten Magetan
ABSTRAK
Rahajeng Nuring Tyas Pawestri
LAPORAN KASUS PADA IBU BERSALIN DENGAN KETUBAN PECAH
DINI DI PONED PUSKESMAS PLAOSAN KABUPATEN MAGETAN.
Salah satu masalah kesehatan penting selama persalinan adalah ketuban
pecah dini (KPD), yang terjadi ketika selaput ketuban pecah sebelum kontraksi yang efektif, meningkatkan risiko infeksi dan komplikasi serius bagi ibu dan bayi. Data dari kemenkes RI menunjukkan peningkatan angka persalinan SC dengan indikasi KPD sebesar 13,65%. Infeksi persalinan yang disebabkan ketuban pecah dini adalah salah satu penyebab kematian ibu di indonesia.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan laporan
kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengkajian fisik, dan observasi
studi dokumen asuhan kebidanan.
Sesuai hasil pengamatan ini Ny. D Mengalami Ketuban Pecah Dini (KPD) dan keluarnya cairan ketuban pada pukul 03.00 WIB, dengan kondisi umum baik.
Pukul 06.30 pembukaan serviks 7 cm, setelah 2 jam di pimpim meneran tanpa kemajuan persalinan, ibu dirujuk di RSIA Melati. Di RSIA Melati Ny. D
melahirkan bayi laki-laki, BB 3200 gram, PB 50 cm. Plasenta lahir lengkap, dan terdapat laserasi derajat 2 kemudian dilakukan hecting atau penjaitan dengan lidocain. Pemantauan kala IV menunjukkan kondisi ibu dan bayi baik. KPD meningkatkan risiko infeksi, sehingga dilakukan pemberian antibiotik ampisilin dan pemantauan ketat. Rujukan dilakukan untuk menjamin keselamatan ibu dan bayi. Penanganan telah sesuai protokol asuhan kebidanan pada kasus KPD. Didasarkan pada langkah pendokumentasian SOAP terdiri dari: pengumpulan data subjektif dan objektif, analisa data, penatalaksanaan. Semua langkah ini dilakukan
secara cepat dan tepat sesuai dengan kebutuhan pasien sehingga masalah dapat diatasi.
Kata kunci: Ketuban Pecah Dini; Asuhan Kebidanan; Persalinan; Infeksi.
Tidak tersedia versi lain