Text
Laporan Kasus Bayi Baru Lahir Dengan Ikterus Neonatorum Patologi D RSUD Dr. Soeroto Ngawi
ABSTRAK
Laporan Kasus Bayi Baru Lahir dengan Ikterus Neonatorum Patologi di
RSUD Dr. Soeroto Ngawi
Mutiara Sekar Wangi
Prodi D III Kebidanan Magetan
Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya
Pendahuluan: Ikterus neonatorum atau penyakit kuning pada bayi baru lahir, merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada minggu pertama kehidupan neonatus. Kondisi ini ditandai dengan peningkatan kadar bilirubin dalam darah yang dapat menyebabakan komplikasi serius jika tidak segera ditangani. Tujuan laporan tugas akhir ini adalah menerapkan dan memperoleh gambaran umum manajemen asuhan kebidanan pada bayi bayi lahir dengan ikterus neonatorum patologi. Metode: Laporan tugas akhir ini deskriptif dengan case report dan subyek bayi baru lahir dengan ikterus neonatorum patologi yang berlokasi di RSUD Dr. Soeroto Kabupaten Ngawi, pada tanggal 10-21 Maret 2025, menggunakan pendekatan SOAP yaitu : subyektif, obyektif, assesment, penatalaksanaan. Hasil: Laporan kasus pada By. Ny. T dengan ikterus neonatorum patologi, karena bayi lahir prematur dan BBLR saat bayi berusia 4 hari bayi mengalami ikterus neonatorum ditandai dengan kepala bayi hingga lutut dan sklera mata bayi berwarna kekuningan (Kramer III), serta reflek hisap bayi belum ada. Hasil pengecekan kadar bilirubin bayi 16mg/dL. Ikterus pada bayi dapat teratasi karena diberikan fototerapi 2 x 12 jam selama 2 hari dan setiap 2 jam sekali bayi diberikan ASI. Setelah 2 hari diberikan fototerapi 2 x 12 jam kulit bayi sudah tidak berwarna kekuningan dan hasil dari cek bilirubin terakhir 5gr/dL. Simpulan: Ikterus neonatorum ditandai dengan pewarnaan kuning pada kulit dan sklera mata bayi, sekitar 60% bayi cukup bulan dan 80% bayi prematur mengalami ikterus dalam minggu pertama kehidupan. Ikterus dapat ditangani dengan cara menjemur bayi pada sinar matahari pagi dan pemberian ASI secara adekuat, jika ikterus patologi dapat ditangani dengan fototerapi sesuai advis dokter. Saran: Dalam memberikan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir agar tidak mengalami ikterus neonatorum sebaiknya ibu sering menjemur bayinya dibawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.
Kata kunci : Bayi baru lahir, ikterus neonatorum, patologi.
Tidak tersedia versi lain