Text
Laporan Kasus Pada Neonatus Dengan Asfiksia Di Ruang NICU RSUD Dr. Soeroto, Kabupaten Ngawi
ABSTRAK
Laporan Kasus Pada Neonatus dengan Asfiksia di Ruang NICU RSUD Dr. Soeroto Ngawi
Fretty Yudha Amilia
Prodi DIII Kebidanan Magetan Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Surabaya
Pendahuluan: Asfiksia pada bayi baru lahir adalah keadaan dimana bayi baru lahir tidak dapat bernafas secara spontan dan teratur. Asfiksia neonatus biasanya terjadi akibat gangguan aliran oksigen pada bayi saat atau setelah kelahira. Berdasarkan data angka kelahiran bayi di RSUD dr.Soeroto Ngawi dalam kurun satu tahun pada 2023 yaitu sebanyak 2.836 bayi. Kasus bayi yang mengalami asfiksia sebanyak 90 bayi. Laporan kasus ini bertujuan untuk memperoleh gambaran umum Manajemen Asuhan Kebidanan pada neonatus dengan asfiksia. Metode: Case report pada neonatus dengan asfiksia yang dilakukan di Ruang NICU RSUD Dr. Soeroto Kabupaten Ngawi pada tanggal 23 April – 2 Mei 2025, selanjutnya disusun dengan pendekatan laporan kasus manajemen asuhan kebidanan yang terdiri dari langkah SOAP yaitu : Pengumpulan data subyektif dan obyektif, analisa data, Penatalaksanaan. Hasil: Laporan kasus ini didapatkan hasil yaitu neonatus dengan asfiksia menunjukkan Bayi post SC dengan indikasi Oligohidramnion, obesitas grade II dan fetal distress. Di dapati hasil penilaian HAIKAP bahwa bayi mengalami asfiksia berat. Intervensi yang diberikan berupa perawatan lanjutan di ruang NICU dengan pemberian oksigen, infus dan antibiotik. Evaluasi lanjutan keadaan bayi mulai membaik pada hari ke-2 hingga hari ke-10 setelah intervensi. Simpulan : Dapat disimpulkan Laporan kasus pada neonatus dengan asfiksia ini dapat ditangani secara efektif melalui asuhan kebidanan komprehensif dan evaluasi berkala. Saran : Diperlukan Perawatan yang tepat sangat penting bagi bayi baru lahir dengan asfiksia. Salah satu intervensi utama adalah pemberian oksigen secara adekuat dengan menggunakan CPAP untuk membantu mempertahankan fungsi pernapasan dan mencegah hipoksia yang berkelanjutan. Selain itu, menjaga suhu tubuh bayi dalam kisaran normal (36,5–37,5°C) sangat penting untuk mencegah terjadinya hipotermia maupun hipertermia, yang dapat memperburuk kondisi klinis. Suhu ruang perawatan juga harus dijaga stabil antara 26–28°C guna mendukung proses termoregulasi, terutama pada neonatus dengan gangguan adaptasi setelah lahir.
Kata kunci : neonatus;asfiksia.
Tidak tersedia versi lain