Text
ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “Y” HAMIL TRIMESTER III, BERSALIN, NIFAS, NEONATUS DAN KELUARGA BERENCANA DI BPM NY “S” KAB. MAGETAN
SINOPSIS
Kehamilan, persalinan, nifas, neonatus dan KB merupakan proses fisiologis. Namun dalam perjalanannya apabila tidak dilakukan pengawasan secara dini keadaan tersebut dapat menjadi patologis. Oleh karena itu perlu dilakukan asuhan secara continuity of care dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan berdasarkan standar asuhan kebidanan yang terdapat dalam Kepmenkes no. 938 tahun 2007.
Asuhan kebidanan kehamilan trimester III, bersalin, nifas, neonatus dan KB pascasalin pada Ny. “Y” GIP00000, usia 27 tahun dengan kekurangan energi kronik dilakukan di BPM Ny.“S” Magetan. Pada asuhan kehamilan dilakukan pemeriksaan kehamilan sebanyak 2 kali, dan didapatkan masalah sering kencing. Pada tanggal 25 April 2017 ibu bersalin usia kehamilan 39‒40 minggu, persalinan normal, Plasenta lahir spontan dan lengkap, perdarahan + 200 cc dan terdapat ruptur perineum derajat I. Bayi Ny.“Y” lahir spontan belakang kepala, pukul 04.40 WIB, bayi lahir menangis kuat dan gerak aktif, jenis kelamin laki-laki, Berat lahir 3000 gram, Panjang badan: 47 cm, Lingkar kepala: 33 cm, tidak ada kelainan cacat bawaan atau kelainan kongenital. Bayi Ny.“Y” dalam keadaan sehat, dilakukan IMD selama 30 menit, bayi mendapat salep mata tetrasiklin dan Vitamin K 1 mg pada 1 jam setelah lahir. Masa nifas dilakukan kunjungan sebanyak 4 kali yaitu 6 jam, 6 hari, 15 hari dan 42 hari postpartum, masa nifas normal tidak ada penyulit. Laktasi, involusi dan lochea normal, keadaan psikologis ibu baik. Kunjungan neonatus dilakukan sebanyak 3 kali yaitu 6 jam, 3 hari, 31 hari postpartum. Imunisasi Hepatitis B pada usia 1 hari pascalahir, sedangkan imunisasi BCG dan Polio 1 pada usia 30 hari yaitu tanggal 25 Mei 2017. Kunjungan neonatus ke tiga dilakukan pemeriksaan tumbuh kembang menggunakan Denver II, berat badan: 3800 gram, panjang badan: 51 cm, lingkar kepala: 36 cm. Tumbuh kembang bayi sesuai usia. Ibu berencana menggunakan metode KB suntik 3 bulanan menunggu suami pulang dari Malaysia pada tahun 2018.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah dilakukan asuhan kebidanan, pengetahuan ibu mengenai perawatan kehamilan, persalinan, nifas, neonatus dan KB pascasalin bertambah. Sejak pertama kali kontak sampai asuhan selesai dilaksanakan, ibu dan keluarga sangat kooperatif sehingga semua anjuran yang diberikan untuk memenuhi kebutuhan ibu dapat berjalan dengan baik.
Saran yang disampaikan kepada ibu dan keluarga agar tetap memantau kesehatan ibu dan anak untuk mencegah serta mengantisipasi terjadinya kekurangan energi kronik di masa yang akan datang. Bagi penulis menerapkan pengalaman asuhan kebidanan. Bagi masyarakat disarankan melakukan konsultasi kesehatan mulai dari hamil sampai dengan penggunaan metode kontrasepsi. Bagi institusi pendidikan sebagai referensi dalam melakukan asuhan kebidanan secara continuity of care. Bagi dinas kesehatan sebagai evaluasi kinerja dan rencana tindak lanjut asuhan kebidanan secara continuity of care.
Tidak tersedia versi lain