Text
ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. “T” HAMIL TRIMERTER III, BERSALIN, NIFAS, NEONATUS DAN KELUARGA BERENCANA DI BPM NY. “S” KABUPATEN MAGETAN.
SINOPSIS
Kehamilan, persalinan, dan nifas merupakan keadaan fisiologis yang akan dialami oleh sebagian besar wanita. Namun dalam perjalanannya keadaan tersebut dapat menjadi patologis oleh beberapa faktor. Oleh karena itu dilakukan asuhan secara continuty of care dengan tujuan deteksi dini resiko tinggi dan komplikasi.
Asuhan kebidanan pada Ny. “T” G1P00000, pada kehamilan sebanyak 3 kali ditemukan masalah sering kencing, dan CPD dari hasil pengukuran lingkar panggul dilakukan asuhan sesuai masalah yang dialami. Ny.T termasuk kehamilan resiko tinggi dengan sekor Poedji Rochjati dengan tinggi badan 145 cm mempengaruhi optimalisasi kehamilan. Persalinan terjadi pada usia kehamilan 39-40 minggu secara Sectio Caesarea dengan indikasi oligohidramnion dan postdate, bayi lahir langsung menangis, gerak aktif. Pada kunjungan masa nifas pertama ditemukan nyeri luka jahitan SC dan anemia ringan dan pada kunjungan ke dua ibu mengalami konstipasi, sub involusi serta riwayat anemia, keadaan psikologi baik, neonatus normal, BB lahir: 2700gram, PB: 49cm, di IMD. Pada BB 24 hari: 3500gr, PB: 51cm, LK: 38cm, pertumbuhan normal dan perkembangan sesuai usia, diberi ASI Eksklusif. Ny. T akseptor KB MAL dan calon akseptor KB IUD.
Hasil evaluasi pada kunjungan berikutnya, asuhan kebidanan yang telah diberikan dapat mengatasi masalah serta menambah pengetahuan ibu mengenai perawatan selama hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB. Sejak pertama kali kontak sampai asuhan selesai dilaksanakan, pasien melaksanakan anjuran yang telah diberikan. Pemasangan metode kontrasepsi IUD menunggu setelah metode MAL selesai.
Setelah diberikan asuhan kebidanan berkesinambungan didapatkan hasil bahwa proses yang awalnya fisiologis dapat berubah menjadi patologis. Sehingga diharapkan bagi pasien untuk lebih meningkatkan pemeriksaan kehamilan ke tenaga kesehatan, bagi keluarga dan masyarakat dapat berperan aktif dalam mendukung pelayanan kebidanan berkesinambungan, bagi institusi pendidikan, mahasiswa kebidanan dan bidan diharapkan dapat menerapkan manajemen asuhan kebidanan secara berkesinambungan mulai kehamilan hingga penggunaan KB pasca salin. Sehingga proses kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB tidak lepas dari pemantau tenaga kesehatan.
Tidak tersedia versi lain