Text
ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. “S” MASA KEHAMILAN, BERSALIN, NIFAS, NEONATUS DAN KELUARGA BERENCAN DI BPM NY. S DESA JABUNG PANEKAN MAGETAN
ABSTRAK
Kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, KB merupakan suatu proses fisiologis namun apabila prosesnya tidak diawasi secara tepat kemungkinan berubah menjadi patologis atau mengalami komplikasi. Sehingga untuk mendeteksi secara dini komplikasi maka dilakukan asuhan kebidanan secara continuity of care dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan dan melakukan dokumentasi dalam 5 langkah dan SOAP.
Asuhan kebidanan secara continuity of care pada Ny. S usia 38 tahun, jarak anak 10 tahun, mulai kehamilan trimester III, bersalin, nifas, neonatus dan pelayanan KB. Asuhan kebidanan dilakukan mulai tanggal 07 April 2017 saat usia kehamilan 39 minggu dengan kehamilan resiko tinggi primi tua sekunder, dilakukan pemeriksaan ANC sebanyak 2 kali, masalah yang muncul his palsu, setelah dilakukan asuhan kebidanan ibu dapat beradaptasi dengan keadaannya. Ibu bersalin pada usia kehamilan 40 minggu, persalinan di bidan, berjalan normal, spontan belakang kepala, jenis kelamin perempuan, BB 2800 gram, PB 48 cm, tidak ada kelainan konginetal, plasenta lahir spontan, lengkap, perdarahan normal. Saat masa nifas dilakukan kunjungan sebanyak 4 kali, masa nifas berjalan normal, laktasi, involusi, lochea normal. By. Ny. S sehat, penambahan berat badan sesuai usia, pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia. Ibu menggunakan KB MAL dan kondom, setelah mendapatkan haid ibu akan menggunakan KB suntik 3 bulan.
Hasil evaluasi dari asuhan kebidanan yang telah diberikan sudah sesuai dengan kriteria hasil yaitu keluhan Ny. S tentang his palsu dapat teratasi, pengetahuan ibu bertambah tentang perawatan selama hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB. Sejak pertama kali kontak sampai asuhan telah selesai dilaksanakan, pasien melaksanakan anjuran/nasihat yang telah diberikan.
Dari hasil asuhan kebidanan secara menyeluruh pada Ny. S dapat disimpulakan bahwa masa kehamilan sampai dengan pelayanan KB berjalan normal tanpa komplikasi. Setelah adanya asuhan ini pasien dan keluarga bertambah pengetahuannya tentang kehamilan resiko tinggi sehingga kewaspadaan lebih ditingkatkan untuk menjaga ibu hamil dan mengenali tanda-tanda bahaya kehamilan, serta bertambahnya pengetahuan pasien dan keluarga tentang imunisasi sehingga rasa takut terhadap efek samping imunisasi berkurang bahkan hilang. Untuk penulis, bidan praktek dan institusi pendidikan dapat terus menerapkan manajemen dan asuhan kebidanan secara komprehensif dan dapat mengikuti perkembangan informasi di bidang kesehatan khususnya pelayanan kebidanan.
Tidak tersedia versi lain