Text
ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. “S” MASA KEHAMILAN, PERSALINAN, NIFAS, NEONATUS DAN KELUARGA BERENCANA DI BPM NY. “W” MAGETAN
SINOPSIS
Kehamilan, persalinan, nifas, neonatus dan KB merupakan proses fisiologis. Jika dalam proses tidak dilakukan pengawasan akan berubah menjadi patologis. Untuk mencapai harapan dilakukan asuhan kebidanan mulai hamil, bersalin, nifas, neonatus dan pelayanan KB secara continuity of care dengan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan yang berdasarkan asuhan kebidanan terdapat dalam Kepmenkes No. 938 tahun 2007.
Asuhan kebidanan pada Ny. “S” usia 32 tahun GIIP10001, sejak usia kehamilan 36 sampai 39 minggu. Kunjungan pemeriksaan hamil dilakukan 2 kali, kehamilan normal risiko tinggi, pada kunjungan ke-1 ibu mengeluh sering kencing dan hemoroid diberikan perencanaan sesuai teori, ibu melaksanakan sesuai anjuran sehingga kunjungan selanjutnya masalah sudah teratasi. Pada usia kehamilan 38-39 minggu ibu opname di BKIA “M” dengan diare. Proses persalinan presipitatus, usia kehamilan 38-39 minggu, kala 1 45 menit. Bayi lahir spontan, menangis kuat, gerak aktif, BB 3400 gram, kala II 5 menit. Plasenta lahir spontan, lengkap, kala III 1 menit, kala IV 2 jam postpartum normal. Proses laktasi, involusi dan lochea normal. Usia 28 hari BB bayi bertambah 4400 gram dilakukan pemeriksaan tumbuh kembang menggunakan Denver II keadaan bayi normal, tumbuh kembang sesuai usia. Pemilihan metode kontrasepsi ibu memilih MAL setelah MAL selesai berencana menggunakan KB IUD.
Hasil evaluasi dari asuhan kebidanan yang telah diberikan sesuai kriteria hasil yaitu keluhan Ny. “S” sering kencing dan hemoroid pada kunjungan hamil ke-2 dapat teratasi, pengetahuan ibu bertambah tentang perawatan selama hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB. Sejak pertama kali kontak sampai asuhan selesai dilaksanakan, pasien melaksanakan anjuran yang diberikan. Pemasangan metode kontrasepsi jangka panjang menunggu setelah metode MAL selesai.
Dari hasil asuhan kebidanan secara menyeluruh dari kehamilan sampai pelayanan KB berjalan baik sesuai dengan rencana. Setelah adanya asuhan ini sebaiknya penulis, bidan praktek dan institusi pendidikan dapat terus menerapkan manajemen asuhan kebidanan secara komprehensif, dapat mengikuti perkembangan informasi di bidang kesehatan khususnya pelayanan kebidanan.
Tidak tersedia versi lain