Text
ASUHAN KEBIDANAN PADA MASA KEHAMILAN TRIMESTER III BERSALIN, NIFAS, NEONATUS DAN KELUARGA BERENCANA DI BPM NY.
SINOPSIS
Setiap wanita akan melalui masa kehamilan, persalinan dan nifas. Proses tersebut pada dasarnya akan berjalan secara fisiologis, namun bisa berubah menjadi keadaan yang patologis apabila tidak diawasi secara tepat. Agar proses ini berjalan lancar dan tidak berubah menjadi patologis, maka diperlukan asuhan kebidanan secara menyeluruh dan berkesinambungan untuk deteksi dini faktor resiko dan komplikasi.
Asuhan kebidanan secara continuity of care pada Ny. LES GIIP00010 usia 28 dilakukan di BPM Ny.W, Magetan. Pemeriksaan ANC sebanyak 4 kali, termasuk kehamilan risiko tinggi. Masalah yang ditemukan berupa keluhan yang fisiologis yaitu nokturia, konstipasi dan adanya his palsu. Ibu bersalin pada usia kehamilan 40-41 minggu, normal, terjadi perpanjangan kala I, ditolong bidan di BPM, spontan, belakang kepala, bayi lahir langsung menangis kuat, gerak aktif, jenis kelamin perempuan, BB lahir 3500 gram, PB 50 cm, LIKA 34 cm, tidak ada kelainan kongenital. Plasenta lahir spontan, lengkap, perdarahan normal, terdapat laserasi jalan lahir derajat 2 dijahit secara jelujur dan subkutis dengan benang catgut. Bayi dilakukan IMD, berhasil pada menit ke 30, bayi mendapat salep mata dan injeksi vit K 1 mg dan mendapat imunisasi Hb0. Bayi sudah mendapatkan imunisasi Polio 1 dan BCG. Kunjungan neonatus dilakukan 3 kali yaitu pada usia 8 jam, 6 hari, dan 28 hari. Tumbuh kembang bayi sesuai usia. Masa nifas dilakukan kunjungan sebanyak 4 kali yaitu pada 8 jam, 6 hari, 14 hari, 6 minggu post partum. Masa nifas dapat dilalui secara normal tanpa penyulit, terdapat keluhan nyeri pada luka jahitan, pengeluaran ASI lancar, involusi normal, lokhea normal, keadaan psikologi ibu baik. Saat ini ibu sudah menjadi akseptor baru KB suntik 3 bulanan.
Pada pelaksanaan asuhan kebidanan sudah disesuaikan dengan perencanaan sesuai dengan kondisi, masalah, dan kebutuhan ibu. Hasil evaluasi pengetahuan ibu mengenai kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, dan KB bertambah. Setelah dilakukan asuhan kebidanan secara continuity of care, dapat disimpulkan masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, dan KB berjalan normal, masalah yang timbul dapat teratasi.
Diharapkan bagi ibu dan keluarga dapat meningkatkan pengetahuannya. Bagi bidan dapat meningkatkan kualitas pelayanan secara continuity of care. Bagi institusi sebagai bahan referensi dalam melakukan asuhan kebidanan sesuai manajemen kebidanan. Sedangkan bagi penulis mampu mengaplikasikan manajemen kebidanan dalam memberikan asuhan secara continuity of care.
Tidak tersedia versi lain