Text
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA Di URJ Poli Anak RSU Dr. Soetomo Surabaya
RINGKASAN
ISPA atau Infeksi Saluran Pernafasan Akut merupakan penyakit infeksi yang menyebabkan kematian pada balita yang menempati urutan pertama. Penyakit ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah status gizi. Status gizi merupakan salah satu faktor penentu utama kualitas sumber daya manusia. Dari studi pendahuluan di URJ Poli Anak RSU Dr. Soetomo Surabaya tanggal 19 – 24 Maret 2012 dari 56 balita yang terkena ISPA terdapat 10 (50%) balita yang mengalami gizi buruk Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA pada balita (usia 1 – 5 tahun) di URJ Poli Anak RSU Dr. Soetomo Surabaya.
Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan tenik cross sectional. Lokasi penelitian di URJ Poli Anak RSU Dr. Soetomo Surabaya pada tanggal 14 – 28 Mei 2012. Populasi penelitian ini adalah 115 balita dengan Sampelnya adalah sebagian balita usia 1 – 5 tahun yang melakukan kunjungan ke URJ Poli Anak RSU Dr. Soetomo Surabaya yang memenuhi kriteria inklusi. Pengambilan sampel dengan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 balita. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah status gizi dan variabel tergantungnya adalah kejadian ISPA. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan rekam medik. Data di analisis dengan uji chi-square (χ2) dengan α = 0,05 kemudian untuk mengetahui korelasinya data dianalisa dengan uji koefisien φ (rφ).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita dengan gizi buruk mengalami ISPA yaitu sebanyak 18 balita (51,43%). Hasil analisis data di dapatkan nilai χ2 hitung (13,67) > χ2tabel (5,99), maka HO ditolak dan H1diterima. Sesuai dengan hasil uji koefisien φ diperoleh (rφ) = 0,39 dengan taraf signifikan sedang dan mempunyai arah positif yang artinya semakin baik status gizi balita maka semakin besar peluang tidak menderita ISPA.
Dari hasil analisis uji statistik dapat diketahui bahwa ada hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA pada balita. Berdasarkan kesimpulan tersebut maka disarankan petugas kesehatan meningkatkan peranannya dalam memberikan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) tentang gizi agar dapat meningkatkan status gizi balita sebagai upaya menurunkan angka kejadian ISPA.
Kata Kunci : Status Gizi, ISPA
Tidak tersedia versi lain