Text
FAKTOR - FAKTOR DILAKUKAM EPISIOTOMI PADA IBU BERSALIN DI BPS SAHABAT PEREMPUAN SURABAYA
ABSTRAK
Episiotomi dilakukan untuk meluaskan jalan lahir sehingga mempercepat persalinan. Kenyataan di BPS Sahabat Perempuan Surabaya terjadi peningkatan angka dilakukan tindakan episiotomi dari 55, 56% primipara yang dilakukan episiotomi menjadi 70,59%. Pertimbangan paling sering dalam tindakan ini adalah karena perineum kaku. Pada kasus yang jarang terjadi, perineum kaku yang secara pasti menghambat proses pelahiran mungkin memerlukan episiotomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor dilakukan episiotomi pada ibu bersalin.
Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif observasional cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 56 ibu bersalin di BPS Sahabat Perempuan Surabaya. Sampling diambil menggunakan teknik purposive sampel sebanyak 27 ibu bersalin yang dilakukan episiotomi. Instrumen dalam penelitian ini adalah rekam medis.
Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar (96,30 %) episiotomi dilakukan kepada ibu bersalin atas indikasi perineum kaku dan sebagian kecil (3,70 %) karena gawat janin.Dalam penelitian ini tidak di dapatkan hasil episiotomi yang dilakukan karena ibu keletihan, makrosomia dan distosia bahu.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor dilakukan episiotomi adalah perineum kaku dan gawat janin. Hal terpenting dalam memutuskan episiotomi yaitu penolong persalinan mempertimbangkan dengan baik atas tindakan yang dilakukan, episiotomi tidak boleh dilakukan secara rutin. Prosedur harus diaplikasikan secara sekektif untuk indikasi janin dan pada keadaan apabila episiotomi tidak dilakukan kemungkinan besar terjadi ruptur perineum. Latihan yang rutin pada masa hamil dapat membantu mengurangi tindakan episiotomi.
Kata Kunci : Faktor - faktor, Episiotom
Tidak tersedia versi lain