Text
HUBUNGAN KENAIKAN BERAT BADAN IBU HAMIL DENGAN DIABETES MELLITUS GESTASIONAL DI URJ HAMIL 1 RSUD Dr. SOETOMO SURABAYA
ABSTRAK
Diabetes Mellitus Gestasional adalah intoleransi karbohidrat ringan (toleransi glukosa terganggu) maupun berat (diabetes mellitus), dan diketahui pertama kali saat kehamilan berlangsung. Prevalensinya adalah sebesar 1,9–3,6% pada kehamilan umum. Proporsi diabetes mellitus gestasional di URJ Poli Hamil 1 RSUD Dr. Soetomo Surabaya Tahun 2011 adalah 3,51%. Dari studi pendahuluan pada 10 pasien yang mengalami diabetes gestasional, 5 orang diantaranya mengalami kenaikan berat badan > 2 kg/bulan. Judul penelitian ini adalah Hubungan Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil Dengan Diabetes Gestasional.
Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang melakukan ANC di URJ Hamil 1 pada bulan Januari – Marert 2012 dengan sampel 99 ibu hamil. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Sedangkan variabel yang digunakan adalah variabel dependent yaitu kenaikan berat badan ibu hamil dan variabel independent yaitu diabetes mellitus gestasional.
Hasil penelitian bahwa dari 99 ibu hamil didapatkan hubungan 27 ibu hamil (54,00%) dengan kenaikan berat badan > 2 kg terkena diabetes mellitus gestasional, dan 35 ibu hamil (71,43%) dengan kenaikan berat badan ≤ 2 kg tidak terkena diabetes mellitus gestasional. Hasil uji Chi-square didapatkan x2 hitung (6,6) > x2 tabel (3,846) maka H1 diterima yang artinya ada hubungan kenaikan berat badan ibu hamil dengan diabetes mellitus gestasional.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kenaikan berat badan ibu hamil dengan diabetes mellitus gestasional. Saran bagi bidan pelaksana adalah lebih meningkatkan konseling tentang komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, pemantauan diet ibu hamil, hidup sehat, dan pemeriksaan gula darah yang teratur.
Kata Kunci : Kenaikan Berat Badan, Diabetes Mellitus Gestasional.
Tidak tersedia versi lain