Text
HUBUNGAN ANTARA RETENSIO PLASENTA DENGAN PERDARAHAN POST PARTUM PRIMER DI PUSKESMAS JAGIR SURABAYA
ABSTRAK
Data WHO menunjukkan bahwa 25% kematian maternal disebabkan oleh perdarahan post partum dan diperkirakan 100.000 kematian maternal tiap tahunnya. Menurut laporan Bidang Bina Yankes, pada tahun 2008 terjadi 487 kasus kematian di Jawa Timur dengan penyebab terbanyak yaitu perdarahan 161 kasus (33,06%) (Laporan Dinkes Jatim, 2008). Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Jagir Surabaya, pada tahun 2010 terdapat 40 kasus perdarahan post partum dari 712 ibu nifas, atau sebanyak (5,61%). Dari 40 kejadian post partum, salah satu penyebab adalah retensio plasenta yaitu sebanyak 9 kasus (22,50%). (Laporan Register Persalinan, 2010). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara retensio plasenta dengan perdarahan post partum di Puskesmas Jagir Surabaya.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebesar 708 ibu bersalin di Puskesmas Jagir Surabaya pada bulan Januari-Desember 2011. Jumlah sampel sebanyak 188 ibu bersalin yang diambil dengan tekhnik simple random sampling. Variabel independent yaitu retensio plasenta, sedangkan variabel dependen adalah perdarahan post partum primer. Pengumpulan data menggunakan lembar pengumpul data dan rekam medik. Analisa yang digunakan menggunakan uji khi-kuadrat dengan koreksi kontinyuitas Yates.
Hasil penelitian, hampir seluruh ibu bersalin tidak mengalami retensio plasenta (89,90%) dan sebagian besar ibu bersalin tidak mengalami perdarahan post partum primer (73,40%). Hasil uji khi-kuadrat dengan koreksi kontinyuitas dari Yates, dengan tingkat kemaknaan (α) = 0,05 didapatkan hasil p=0,000 sehingga p< α, maka H0 ditolak. Artinya ada hubungan antara retensio plasenta dengan perdarahan post partum primer.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ibu bersalin yang tidak mengalami retensio plasenta, tidak mengalami perdarahan post partum primer, dan ada hubungan antara retensio plasenta dengan perdarahan post partum primer. Oleh karena itu, perlu dilakukan penatalaksanaan aktif kala III agar tidak terjadi perdarahan post partum primer terutama karena retensio plasenta.
Kata Kunci : Retensio Plasenta, Perdarahan Post Partum Primer
Tidak tersedia versi lain