Text
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT KETUBAN PECAH DINI DENGAN INFEKSI NEONATORUM DI RUMKIT TNI-AD 05.08.05 GUBENG SURABAYA
ABSTRAK
Infeksi merupakan penyebab yang paling sering dalam kesakitan dan kematian selama periode bayi baru lahir. Salah satu faktor resiko terjadinya infeksi neonatorum adalah ketuban pecah spontan ≥1 jam tidak diikuti tanda persalinan. Pada Tahun 2010, dari 786 bayi baru lahir sebanyak 314 (39,94%) bayi mengalami infeksi neonatorum dan tahun 2011 dari 674 bayi baru lahir, sebanyak 289 (42,87%) bayi mengalami infeksi neonatorum terjadi peningkatan infeksi neonatorum. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara ketuban pecah dini dengan infeksi neonatorum di ruang neonatus RUMKIT TNI AD 05.08.05 Gubeng Surabaya
Metode penelitian ini adalah analitik, dengan desain Cross Sectional. Populasi Bulan April-Juni 2012 yaitu 142 bayi baru lahir yang lahir di RUMKIT TNI AD 05.08.05 Gubeng Surabaya. Tehnik pengambilan sampel dengan simpel random sampling. Besar sampel sebanyak 107 bayi, dengan variabel independen adalah ketuban pecah dini, sedangkan variabel dependen adalah Infeksi neonatorum. Instrumen yang digunakan adalah lembar lembar pengumpul data. Sumber data dari rekam medik. Analisis data menggunakan Uji Chi- Square α = 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 107 ibu bersalin, 45 ibu bersalin hampir sebagian (42,06%) mengalami ketuban pecah dini, sebagian besar 26 (57,78%) bayi mengalami infeksi neonatorum. Hasil uji Chi- Square didapatkan X2 hitung (13,70) > X2 Tabel (3,84) maka H1 diterima. Artinya ada hubungan antara riwayat ketuban pecah dini dengan kejadian infeksi neonatorum.
Kesimpulan penelitian ini, terdapat hubungan antara ketuban pecah dini dengan kejadian infeksi pada neonatorum. Ketuban pecah dini merupakan salah satu penyebab terjadinya infeksi pada neonatorum, sehingga perlu dilakukan penanganan dan perawatan lebih intensif terutama pada saat ibu bersalin dan bayi baru lahir yang beresiko.
Kata Kunci : Ketuban Pecah Dini, Infeksi Neonatorum
Tidak tersedia versi lain