Text
HUBUNGAN ANTARA PARITAS DENGAN KEJADIAN PERDARAHAN POSTPARTUM PRIMER DI PUSKESMAS JAGIR SURABAYA
ABSTRAK
Data WHO menunjukkan 25% dari kematian maternal disebabkan oleh perdarahan postpartum primer dan diperkirakan sekitar 100.000 kematian maternal tiap tahunnya. Menurut Laporan Dinas Kesehatan Kota Surabaya Tahun 2011, penyebab kematian terbanyak adalah Perdarahan Postpartum sebesar 147 (Dinkes Kota Surabaya, 2012). Berdasarkan studi pendahuluan di Puskesmas Jagir Surabaya, pada tahun 2011 ada 40 orang (5,61%) mengalami perdarahan postpartum salah satu penyebabnya adalah paritas (Laporan Register Persalinan, 2011). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara paritas dengan kejadian perdarahan postpartum primer di Puskesmas Jagir Surabaya.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebesar 380 ibu postpartum di Puskesmas Jagir Surabaya pada bulan Januari-April 2012. Sampel diambil dengan tekhnik simple random sampling menggunakan lembar pengumpul data sejumlah 130 ibu postpartum. Variabel independen adalah paritas dan variabel dependen perdarahan postpartum primer. analisa yang digunakan menggunakan uji khi-kuadrat dari pearson dengan tingkat kemaknaan α = 5,00% (0,05).
Hasil penelitian dari 130 ibu postpartum setengahnya yaitu 65 orang (50%) adalah ibu dengan paritas multipara. Dan dari 65 ibu postpartum dengan paritas multipara setengahnya yaitu 33 orang (50,76%) mengalami perdarahan postpartum primer. Setelah dilakukan analisis dengan menggunakan Uji Chi-square dari pearson dengan nilai kemaknaan α = 0,05 diperoleh hasil perhitungan χ² hitung = 7,38 dan χ² tabel 5,99 yang berarti χ² hitung > χ² tabel dengan demikian H1 diterima berarti ada hubungan antara paritas dengan kejadian perdarahan postpartum primer di Puskesmas Jagir Surabaya.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kejadian perdarahan postpartum lebih sering terjadi pada ibu dengan paritas multipara. Disarankan perlu siaga pada kasus yang disangka akan terjadi perdarahan adalah penting. Tindakan pencegahan tidak saja dilakukan sewaktu bersalin, namun dimulai sejak ibu hamil dengan melakukan antenatal care yang baik. Ibu yang mempunyai predisposisi atau riwayat perdarahan postpartum sangat diharapkan untuk bersalin di rumah sakit.
Kata Kunci : Paritas, Perdarahan Postpartum Primer
Tidak tersedia versi lain