Text
HUBUNGAN ANTARA PERSALINAN TINDAKAN DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA BAYI BARU LAHIR DI RSUD dr. MOHAMAD SOEWANDHIE SURABAYA
ABSTRAK
Persalinan tindakan adalah persalinan yang dibantu dengan tenaga dari luar misalnya ekstrasi forsep, ekstrasi vakum atau dengan secsio sesarea salah satu dampak persalinan dengan tindakan adalah asfiksia. Asfiksia neonatorum adalah suatu keadaan bayi baru lahir yang gagal bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Keadaan asfiksia erat kaitannya dengan kondisi janin dalam uterus, faktor-faktor yang timbul dalam kehamilan, persalinan, atau segera setelah bayi lahir. 47% bayi meninggal pada masa neonatal dan 27 % penyebabnya adalah bayi dengan asfiksia. Berdasarkan data studi pendahuluan di RSUD dr. Mohamad Soewandhie didapatkan bahwa 39,198% dari kasus asfiksia tahun 2011 bayi lahir dengan persalinan tindakan.
Tujuan penelitian ini ialah menganalisis hubungan antara persalinan tindakan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir di RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya. Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir dengan persalinan tindakan diruang neonates di RSUD dr.Mohamad Soewandhie Surabaya pada bulan maret-mei 2012 dengan besar sampel 104 responden yang memenuhi kriteria inklusi dengan teknik pengambilan sampel secara simple random sampling kemudian data dianalisis dengan uji chi-square.
Hasil penelitian didapatkan sesuai dengan tujuan untuk karakteristik jenis persalinan, prosentase tertinggi responden adalah jenis persalinan tindakan dengan secsio sesarea sebesar 63,46%, prosentase pada kejadian asfiksia pada bayi baru lahir sebesar 52,88% dan prosentase pada persalinan tindakan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir sebanyak 40,38%. Dan hasil uji chi-square didapatkan χ² hitung (12,02) > χ² tabel (3,84) maka H0 ditolak dan ada hubungan.disimpulkan bahwa ada hubungan antara persalinan tindakan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara persalinan tindakan dengan kejadian asfiksia pada bayi baru lahir dan disarankan Peran bidan dalam menangani asfiksia bayi baru lahir adalah memiliki keterampilan langkah awal dan resusitasi untuk mencegah komplikasi pada bayi dengan asfiksia. Selain itu perlu dilakukannya deteksi dini khususnya asuhan antenatal atau saat hamil agar dapat diketahui kemungkinan akan terjadinya asfiksia bayi baru lahir sehingga dapat dilakukan asuhan yang tepat saat benar-benar terjadi asfiksia bayi baru lahir dan bidan dapat berkolaborasi dengan dokter dalam penanganan asfiksia pada bayi baru lahir.
Keyword :
PERSALINAN TINDAKAN, ASFIKSIA
Tidak tersedia versi lain