Text
HUBUNGAN ANTARA JAHITAN EPISIOTOMI DENGAN AKTIVITAS SEKS ENAM MINGGU PERTAMA PADA IBU POST PARTUM DI BPS ISTIQOMAH SURABAYA
ABSTRAK
Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di BPS Istiqomah Surabaya dari 11 ibu post partum dengan jahitan episiotomi, terdapat 9 orang (73%) tidak melakukan hubungan seksual dan 3 orang (27%) yang telah berhubungan seksual pada ibu post partum.oleh karena itu tujuan mengadakan penelitian untuk mengetahui hubungan antara jahitan episiotomi dengan aktivitas seks pertama pada ibu post partum. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan teknik cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 36 responden terbagi menjadi 19 responden (52,3%) dengan robekan jalan lahir dan 17 responden (47,6%) tanpa jahitan episiotomi. Sampel dalam penelitian ini diambl secara purposive sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jahitan episiotomi dan variabel tergantungnya adalah aktivitas seks pertama pada ibu post partum. Pengumpulan data ini menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 25 Mei sampai 28 Juni 2012 di BPS Istiqomah Surabaya.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 36 responden, terdapat 15 responden (41,7%) telah melakukan aktivitas pertama pada ibu post partum dan 21 responden(58,3%) tidak melakukan aktivitas seks pertama pada ibu post partum dari 15 yang telah melakukan aktivitas pertama pada ibu post partum terdapat 6 responden (31,58%) dengan jahitan episiotomi dan 9 responden (52,94) tidak jahitan episiotomi, sedangkan 21 responden yang tidak melakukan aktivitas seks pertama post partum terdapat 13 responden (68,42%) dengan jahitan episiotomi dan 8 responden (47,06%) tidak jahitan episiotomi.
Hasil perhitungan statistik dengan menggunakan uji Chi-square menggunakan x2 hitung (13,4) > x2 tabel (3,48) sehingga H1 diterima. Ini membuktikan bahwa ada hubungan antara jahitan episiotomi dengan aktivitas seks pertama pada ibu post partum.
Kata Kunci : jahitan episiotomi, aktivitas seks pertama pada ibu post partum
Tidak tersedia versi lain