Text
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN WANITA PEKERJA SEKS TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL DENGAN KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL DI PUSKESMAS PUTAT JAYA SURABAYA
ABSTRAK
Di sebagian besar negara insidens IMS relatif masih tinggi dan setiap tahun terdapat beberapa juta kasus baru beserta komplikasi medisnya. Sedangkan di Indonesia beberapa tahun terakhir ini tampak kecenderungan meningkatnya prevalensi IMS, misalnya prevalensi sifilis meningkat sampai 10 % pada beberapa kelompok Wanita Pekerja Seksual (WPS), 35% pada kelompok waria dan 2% pada kelompok ibu hamil; prevalensi gonore meningkat sampai 30-40 % pada kelompok WPS dan juga pada penderita IMS yang berobat ke rumah sakit (Depkes RI, 2007).
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penularan Infeksi Menular Seksual (IMS), salah satunya adalah faktor pengetahuan. Di Poli STD Puskesmas Putat Jaya sebagian besar WPSnya memiliki pengetahuan tentang IMS cukup. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui hubungan antara pengetahuan WPS tentang IMS dengan kejadian IMS di Poli STD (Sexually Transmitted Diseases), Puskesmas Putat Jaya Surabaya.
Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional cross-sectional, dengan variabel independent berupa pengetahuan WPS tentang IMS dan variabel dependent berupa kejadian IMS. Populasi yang digunakan adalah sebesar 841 WPS yang periksa di Poli STD, Puskesmas Putat Jaya Surabaya pada bulan Maret-Juni 2012. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sejumlah 93 responden. Pengumpulan data berupa data primer maupun data sekunder dilakukan pada tanggal 18 Juni 2012 sampai dengan 20 Juni 2012. Data primer berupa pengetahuan tentang IMS dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dan data sekunder berupa kejadian IMS dikumpulkan menggunakan instrumen lembar pengumpul data. Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan df=2, α=0,05, χ2 tabel= 5,99 dan diperoleh χ2 hitung= 6,99.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sebagian besar responden (67,74%) memiliki pengetahuan tentang IMS cukup dan sebagian besar responden (56,99%) terkena IMS. Hasil penelitian selanjutnya dianalisis dan diuji statistik menggunakan Chi-Square dalam Pearson dengan tingkat kemaknaan 0,05. H1 diterima apabila χ2 hitung > χ2 tabel. Berdasarkan uji statistik Chi-Square didapatkan χ2 hitung (6,99) > χ2 tabel (5,99) sehingga H1 diterima sehingga dapat diartikan bahwa ada hubungan antara pengetahuan WPS tentang IMS dengan kejadian IMS.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan WPS tentang IMS dengan kejadian IMS. Oleh karena itu disarankan bagi petugas kesehatan khususnya petugas kesehatan di poli STD, Puskesmas Putat Jaya untuk meningkatkan pengetahuan WPS tentang IMS supaya kejadian IMS dapat diminimalkan.
Kata Kunci: IMS, WPS, pengetahuan.
Tidak tersedia versi lain