Text
CASE REPORT PADA PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III DENGAN ANEMIA RINGAN DAN LETAK LINTANG DI WILAYAH PUSKESMAS TONGGUH
Anemia dalam kehamilan merupakan kondisi dimana sel darah merah atau kadar hemoglobin kurang dari 11 g/dL. Berdasarkan data profil kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2023 tercatat jumlah ibu hamil yang mengalami anemia 10,58%. Sedangkan angka kejadian anemia di Kabupaten Bangkalan sebesar 9,07%. Sementara itu, berdasarkan data dari puskesmas tongguh tahun 2024 sebanyak 27% ibu hamil yang mengalami anemia dari 225 ibu hamil. Anemia terjadi karena adanya perubahan pada sistem kardiovaskular yang menyebabkan hemodilusi, penyebab lain seperti status gizi, penyakit yang menyertai, ketidakteraturan mengkonsumsi tablet Fe. Tujuan dilakukan ini untuk mengidentifikasi data subjektif, data objektif, analisa, dan penatalaksanaan pada ibu primigravida trimester III G1P0A0 usia kehamilan 33-34 minggu dengan anemia ringan.
Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan case report. Penelitian dilakukan di Puskesmas Tongguh, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan. Pada periode januari hingga mei 2025. Subjek penelitian adalah ibu primigravida trimester III dengan janin letak lintang dan yang mengalami anemia ringan (10-10,9 g/dL). Pengumpulan data dilakukan sebanyak 3 kali kunjungan, data dikumpulkan melalui wawancara, pengkajian fisik, dan dokumentasi asuhan kebidanan (SOAP). Penelitian ini dilaksanakan sesuai prinsip etika, dengan informed consent yang telah ditandatangani oleh pasien setelah mendapatkan penjelasan mengenai tujuan pada penelitian.
Asuhan kebidanan dilakukan sebanyak 3 kali kunjungan, berdasarkan pengumpulan data, didapatkan pada masa kehamilan Ny. I G1P0A0 usia kehamilan 33-34 minggu, pada kunjungan pertama ibu mengeluh nyeri perut bagian bawah sebelah kiri, didapatkan hasil pemeriksaan palpasi abdomen janin dalam keadaan lintang dan hasil pemeriksaan Hb 10,2 g/dL, asuhan yang diberikan terkait keteraturan konsumsi tablet zat besi, pola makan, dan memperbanyak gerakan sujud. Hasil pada kunjungan kedua keluhan nyeri perut bagian bawah sebelah kiri masih dirasakan dan pada palpasi ekstremitas bawah terdapat oedem, hal ini disebabkan janin yang masih melintang, edukasi yang diberikan meninggikan posisi kaki saat tidur, dan disarankan tidak membiarkan kaki tergantung saat tidur. Hasil pada kunjungan ketiga pada pemeriksaan Hb 11,3 g/dL hal ini ditunjukkan dengan adanya kenaikan kadar Hb, keluhan nyeri perut ini semakin meningkat sehingga mengganggu istirahat ibu, asuhan yang yakni mengajarkan ibu posisi tidur yang nyaman, dan menganjurkan ibu untuk tetap mepertahankan keteraturan mengkonsumsi tablet Fe dan mempertahankan pola makan yang seimbang.
Setelah dilakukan asuhan menyeluruh sebanyak 3 kali kunjungan, yang meliputi edukasi pola makan, keteraturan mengkonsumsi tablet Fe sehingga kadar Hb 10,2 g/dL menjadi 11,2 g/dL, anjuran melakukan gerakan sujud agar posisi janin berubah dari melintang menjadi letak kepala, pada setiap kunjungan dilakukan evalusai dan mempertahankan keteraturan meminum tablet Fe, pola makan seimbang, dan melakukan kontrol ulang ANC secara rutin. Hal ini membuktikan bahwa pendampingan yang diberikan selama masa kehamilan terbukti dapat meningkatkan kesehatan ibu dan janin.
Tidak tersedia versi lain