Text
CASE REPORT PADA PRIMIGRAVIDA TRIMESTER II DENGAN KURANG ENERGI KRONIK(KEK) DI PUSKESMAS AROSBAYA KABUPATEN BANGKALAN
Kehamilan adalah periode penting dalam kehidupan seorang wanita, terutama bagi mereka yang menghadapi kehamilan pertama atau primigravida. Wanita hamil pertama kali cenderung lebih rentan terhadap Kurang Energi Kronik (KEK), yaitu kondisi ketika tubuh tidak memperoleh cukup makanan yang mengandung makronutrien. Penyebabnya beragam, termasuk pola makan tidak seimbang, kurangnya pemahaman tentang nutrisi, serta faktor sosial ekonomi yang tidak mendukung. Berdasarkan Survey Kesehatan Indonesia (2023), prevalensi KEK pada ibu hamil di Indonesia mencapai 16,9%, bahkan di Jawa Timur mencapai 19,6%. Di Puskesmas Arosbaya Bangkalan, angka KEK meningkat dari 2,67% pada 2024 menjadi 2,89% pada 2025 (Januari–Maret). KEK dapat menimbulkan komplikasi seperti anemia, berat lahir rendah, hingga persalinan sulit. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengkaji asuhan kebidanan yang diberikan kepada ibu hamil dengan KEK.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Puskesmas Arosbaya Bangkalan. Subjek adalah primigravida trimester II dengan LILA <23,5 cm yang bersedia menjadi partisipan. Data diperoleh melalui tiga kali kunjungan dengan wawancara, pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium. Penelitian ini telah memenuhi kaidah etika, termasuk informed consent yang ditandatangani pasien.
Asuhan kebidanan untuk Ny. D, G1P0A0 dengan usia kehamilan 12–13 minggu, dilakukan dalam tiga kunjungan. Pada kunjungan pertama, ibu mengeluh nyeri perut bawah, konstipasi, dan memiliki pola makan buruk, hanya makan camilan dan porsi kecil satu sampai dua kali sehari, serta tidak rutin minum MMS. Kunjungan kedua menunjukkan gejala berkurang setelah edukasi nutrisi dan konsumsi MMS mulai teratur. Pada kunjungan ketiga, ibu tidak lagi mengeluh dan menunjukkan peningkatan pemahaman gizi. Berat badan bertambah dari 43,5 kg menjadi 44,8 kg, LILA tetap 22,5 cm, dan janin sesuai usia kehamilan. Diagnosis: G1P0A0, janin tunggal hidup intrauterin, dengan KEK dan konstipasi. Penanganan meliputi edukasi gizi, anjuran makan bergizi, PMT, bedrest, progesteron, dan MMS. Ibu menunjukkan perubahan positif dalam perilaku makan.
Kasus Ny. D menunjukkan bahwa intervensi menyeluruh seperti edukasi gizi, makanan tambahan, tablet besi, dan multivitamin dapat meningkatkan status gizi ibu hamil KEK. Meskipun LILA belum berubah, peningkatan berat badan dan pola makan menandakan keberhasilan intervensi. Penanganan ini juga efektif meredakan gejala abortus imminens dan menjaga kesehatan ibu dan janin.
Tidak tersedia versi lain