Text
CASE REPORT PADA PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III DENGAN ANEMIA RINGAN DI PUSKESMAS KAMAL KABUPATEN BANGKALAN
Anemia ringan pada ibu hamil ditandai dengan kadar hemoglobin 10,0–10,9 g/dL. Berdasarkan SKI 2023, prevalensi anemia ibu hamil di Indonesia mencapai 27,7%, di Jawa Timur 10,58%, dan di Puskesmas Kamal meningkat dari 28,1% (2023) menjadi 69,57% (2024). Anemia lebih banyak terjadi pada primigravida (44,6%) dibanding multigravida (12,8%) dan umumnya disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, pola makan tidak seimbang, serta kepatuhan rendah dalam mengonsumsi tablet Fe. Kondisi ini dapat berdampak pada komplikasi kehamilan dan gangguan pertumbuhan janin. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada seorang ibu primigravida trimester III dengan anemia ringan di wilayah kerja Puskesmas Kamal. Data dikumpulkan melalui anamnesis (SOAP), observasi, dan dokumentasi selama tiga kali kunjungan rumah.
Hasil asuhan menunjukkan pada kunjungan pertama (28–29 minggu) ibu mengeluh pusing, nyeri punggung, dan tidak teratur mengonsumsi Fe. Dilakukan edukasi tentang anemia, pentingnya konsumsi Fe, pola makan bergizi, serta pemberian Fe dan MMS. Kunjungan kedua (29–30 minggu), keluhan pusing membaik, ibu mengeluh sering BAK dan cemas terkait lilitan tali pusat. Edukasi diberikan tentang normalnya sering BAK trimester akhir, anjuran mengatur cairan dan posisi tidur, serta dukungan psikologis. Kunjungan ketiga (31–32 minggu) menunjukkan peningkatan Hb menjadi 15,1 g/dL, tablet Fe dihentikan, MMS dilanjutkan, dan edukasi diberikan untuk mengatasi nyeri punggung dengan peregangan dan postur tubuh yang benar.
Setelah dilakukan tiga kali kunjungan rumah dan evaluasi berkala, ibu menunjukkan perubahan perilaku yang positif, yakni mulai teratur dalam mengonsumsi tablet Fe dan MMS sesuai anjuran. Hasil dari kepatuhan ini tampak pada peningkatan signifikan kadar Hb menjadi 15,1 g/dL. Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas suplementasi tablet Fe dan MMS, pola makan seimbang, edukasi, serta pemantauan berkelanjutan selama kunjungan.pendekatan edukatif dan pemantauan berkelanjutan yang diberikan selama kunjungan. Untuk menjaga kondisi tetap optimal dan mencegah anemia berulang, ibu dianjurkan untuk terus mempertahankan pola makan bergizi seimbang dan tetap rutin mengonsumsi suplemen MMS sesuai arahan tenaga kesehatan. Edukasi berkelanjutan dan pendampingan selama kehamilan diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan ibu dan janin hingga persalinan nanti.
Tidak tersedia versi lain