Text
CASE REPORT PADA IBU NIFAS DENGAN NYERI LUKA PERINEUM DAN GANGGUAN POLA LAKTASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AROSBAYA KABUPATEN BANGKALAN
Masa nifas adalah periode pemulihan ibu pascapersalinan yang sering disertai nyeri perineum akibat robekan atau episiotomi. Nyeri dapat membatasi gerak, menghambat aktivitas, memperlambat penyembuhan, dan memicu gangguan pola laktasi. Studi ini bertujuan menggambarkan asuhan kebidanan pada ibu nifas hari ke-3 dengan luka perineum derajat II dan gangguan pola laktasi.
Metode yang digunakan adalah case report dengan pendekatan studi kasus kebidanan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta pemeriksaan fisik. Penilaian nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan Visual Analog Scale (VAS), pola laktasi dinilai dari frekuensi, durasi, dan teknik menyusui. Subjek adalah ibu P1A0 hari ke-3 nifas dengan luka perineum derajat II. Laporan ini disusun di wilayah kerja Puskesmas Arosbaya pada April–Mei 2025. Intervensi meliputi edukasi kebersihan diri, nutrisi, posisi duduk, mobilisasi dini, kompres hangat, aromaterapi lavender, serta dukungan pola laktasi yang optimal.
Hasil menunjukkan bahwa pada kunjungan pertama ibu mengeluh nyeri sedang hingga berat dengan keterbatasan gerak. Setelah tiga kali kunjungan, intensitas nyeri menurun secara signifikan, mobilitas meningkat, pemahaman ibu terhadap perawatan diri membaik, dan pola laktasi berjalan lancar. Luka sembuh tanpa tanda infeksi, involusi uterus berjalan normal, dan aktivitas sehari-hari dapat dilakukan tanpa hambatan.
Asuhan kebidanan yang dilakukan selama tiga kali kunjungan terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri luka perineum, memperbaiki pola laktasi, dan meningkatkan pemahaman ibu terhadap perawatan diri. Dengan dukungan edukasi yang berkesinambungan, peran serta keluarga yang sangat penting, serta intervensi nonfarmakologis yang sederhana dan aman, ibu mampu melewati masa nifas dengan baik tanpa komplikasi.
Tidak tersedia versi lain