Text
CASE REPORT PADA MULTIGRAVIDA TRIMESTER III DENGAN ANEMIA RINGAN DI WILAYAH PUSKESMAS JADDIH KABUPATEN BANGKALAN
Kehamilan multigravida merujuk pada keadaan di mana seorang wanita telah mengalami lebih dari satu kali kehamilan, yang dapat menyebabkan peningkatan risiko anemia akibat hemodilusi, di mana volume plasma bertambah lebih besar dibandingkan dengan jumlah sel darah merah. Definisi anemia pada ibu hamil mencakup kadar hemoglobin (Hb) di bawah 11 gr% pada trimester pertama dan ketiga, atau di bawah 10,5 gr% pada trimester kedua. Angka prevalensi anemia di Indonesia mencatat sekitar 27,7% dan dipuskesmas Jaddih tercatat 5,2 %. Faktor utama yang menyebabkan anemia adalah kekurangan asupan zat besi, yang semakin parah karena kebutuhan yang meningkat selama masa kehamilan dan kurangnya pengetahuan ibu. Anemia dapat menimbulkan berbagai risiko serius bagi ibu serta janin, termasuk infeksi dan masalah dalam persalinan. Peran tenaga kesehatan, khususnya bidan, sangat vital dalam memberikan edukasi serta melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin untuk mencegah terjadinya anemia dan komplikasi selama kehamilan. Tujuan dilakukan penelitian ini mendeskripsikan pengkajian data subjektif, objektif, analisa dan penatalaksanaan pada ibu hamil multigravida G3P2A0 usia kehamilan 29-30 minggu dengan anemia ringan.
Metode ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan case report pada ibu hamil multigravida trimester III mengalami anemia ringan (Hb 10-10,9 g/dL) di area kerja Puskesmas Jaddih, Kabupaten Bangkalan, dari bulan Januari hingga Juni 2025. Pengumpulan data dilakukan 3 kali melalui wawancara yang terstruktur, pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk hemoglobin, serta penelaahan dokumen medis. Penelitian ini dilaksanakan sesuai prinsip etika, dengan informed consent yang telah di tanda tangani oleh pasien setelah mendapatkan penjelasan mengenai tujuan pada penelitian.
Asuhan kebidanan pada Ny. S, G3P2A0 usia kehamilan 29–30 minggu dilakukan 3 kali kunjungan. Pada kunjungan pertama ditemukan anemia ringan (Hb 10,2 g/dl) dengan keluhan pusing dan kurang rutin konsumsi Fe dan MMS, sehingga diberikan edukasi anemia, pola makan bergizi, kebersihan vagina, dan tanda bahaya kehamilan. Kunjungan kedua, pusing membaik namun muncul nyeri pinggang dan sering berkemih, sehingga dianjurkan kompres hangat, tidur miring kiri, dan pengaturan cairan. Kunjungan ketiga Hb meningkat menjadi 12,8 g/dl, menunjukkan anemia teratasi, dan ibu dianjurkan menjaga pola makan serta melanjutkan konsumsi MMS.
Setelah melaksanakan tiga kali kunjungan dan penilaian secara teratur, keadaan ibu menunjukkan perbaikan dengan adanya peningkatan kadar Hb yang didukung oleh keteraturan dalam mengonsumsi tablet Fe dan MMS. Keberhasilan ini menandakan bahwa penggabungan suplemen, pola makan yang sehat, waktu istirahat yang memadai, serta bimbingan rutin memiliki peranan krusial dalam meningkatkan kesehatan baik bagi ibu maupun janin.
Tidak tersedia versi lain