Text
CASE REPORT PADA PRIMIGRAVIDTRIMESTER III UK 30-31 MINGGU DENGAN ANEMIA RINGAN DI PUSKESMAS JADDIH KABUPATEN BANGKALAN
Anemia pada ibu hamil terjadi saat tingkat hemoglobin (Hb) kurang dari 11,0 g/dL pada trimester pertama dan ketiga, atau di bawah 10,5 g/dL pada trimester kedua. Gejala yang muncul antara lain merasa capek, lemas, kepala pusing, dan kulit terlihat pucat. Menurut informasi dari SKI tahun 2023, angka kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia mencapai 27,7%, di Jawa Timur sebesar 10,5%, dan di Puskesmas Jaddih sebesar 5,2% (dari Januari hingga Desember 2024). Alasan utama anemia pada kehamilan adalah kurangnya asupan zat besi, kebutuhan zat besi yang meningkat selama masa kehamilan, dan kurangnya kedisiplinan dalam meminum tablet Fe. Akibatnya, bisa terjadi keguguran dan pendarahan.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menyusun asuhan kebidanan guna mengidentifikasi informasi subjektif, objektif, analisis data, serta penanganan pada ibu yang sedang hamil anak pertama usia kehamilan 30–31 minggu (trimester ketiga) yang mengalami anemia ringan. Metode yang dipakai ialah studi kasus deskriptif di Puskesmas Jaddih, Bangkalan. Data dikumpulkan lewat wawancara, pemeriksaan fisik, penatalaksanaan, dan evaluasi sebanyak tiga kali kunjungan, dengan izin dari pasien (informed consent).
Saat kunjungan pertama, ibu menyampaikan keluhan pusing ketika bangun tidur. Pemeriksaan menunjukkan kadar Hb 10,8 g/dL, wajah dan bagian dalam konjungtiva terlihat pucat. Diagnosis anemia ringan ditegakkan, lalu diberikan penjelasan tentang pentingnya mengonsumsi tablet Fe, menerapkan pola makan yang bergizi, beristirahat yang cukup, serta mengenali tanda bahaya kehamilan. Pada kunjungan kedua, keluhan pusing berkurang, namun muncul keluhan sering buang air kecil dan merasa nyeri pada punggung. Penjelasan diberikan terkait perubahan normal selama kehamilan, cara mengurangi frekuensi buang air kecil di malam hari, dan cara meredakan nyeri punggung seperti kompres hangat dan posisi tidur yang benar. Saat kunjungan ketiga, kadar Hb meningkat menjadi 12 g/dL. Ibu tetap mengonsumsi tablet MMS dan konsumsi tablet Fe dihentikan. Penjelasan dilanjutkan mengenai perawatan payudara, tanda-tanda akan melahirkan, serta menjaga kebersihan area kewanitaan.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kedisiplinan ibu dalam meminum suplemen dan menerapkan gaya hidup sehat, yang berdampak positif pada peningkatan kadar Hb. Disarankan agar ibu terus mengonsumsi MMS dan makanan bergizi, serta melakukan pemeriksaan rutin ke fasilitas kesehatan. Diharapkan tenaga kesehatan juga terus memantau kedisiplinan konsumsi tablet Fe melalui buku KIA dan pemantauan secara berkala.
Tidak tersedia versi lain