Text
CASE REPORT PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN SPOTTING DI PUSKESMAS JADDIH KABUPATEN BANGKALAN
Spotting merupakan efek samping kontrasepsi suntik DMPA yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan memengaruhi kondisi akseptor. Kurangnya pengetahuan tentang penanganan spotting memerlukan asuhan kebidanan yang tepat. Penelitian ini bertujuan menggambarkan manajemen asuhan kebidanan pada akseptor kontrasepsi suntik DMPA dengan efek samping spotting
Metode yang digunakan adalah case report, dilakukan pada akseptor baru metode kontrasepsi suntik DMPA yang mengalami efek samping spotting. Pengumpulan data dilakukan didesa Jaddih kabupaten bangkalan dari bulan Januari-Mei 2025 melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan langsung. Asuhan kebidanan diberikan dalam tiga kali kunjungan dengan pendekatan pengkajian, intervensi, dan evaluasi.
Asuhan kebidanan dilakukan pada Ny. M, akseptor kontrasepsi suntik DMPA berusia 29 tahun yang mengeluh spotting sejak ±8 bulan terakhir, menyebabkan ketidaknyamanan dalam aktivitas, ibadah, dan hubungan seksual, serta berkeinginan beralih ke IUD. Kondisi umum baik, tanda vital normal, pemeriksaan fisik tidak menunjukkan kelainan, dan kadar Hb 12 mg/dl. Dalam tiga minggu diberikan asuhan kebidanan berupa KIE tentang spotting, personal hygiene, dan konseling penggunaan kontrasepsi, keluhan spotting tidak teratasi, namun kecemasan berkurang. Ibu dan suami sepakat merencanakan perpindahan ke kontrasepsi non-hormonal (IUD).
Setelah diberikan penatalaksanaan masalah spotting teratasi sehingga didapatkan analisis Akseptor Kontrasepsi suntik DMPA dengan Efek Samping Spotting. Asuhan kebidanan yang tepat dapat membantu mengatasi efek samping spotting serta meningkatkan pemahaman akseptor terhadap pemilihan metode kontrasepsi yang sesuai.
Tidak tersedia versi lain