Text
CASE REPORT PADA MULTIGRAVIDA TRIMESTER III DENGAN ANEMIA SEDANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TONGGUH KECAMATAN AROSBAYA KABUPATEN BANGKALAN
Anemia merupakan kondisi di mana jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin berada lebih rendah dari normal. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Tongguh, pada tahun 2024 tercatat jumlah ibu hamil dengan anemia mencapai sekitar 23,94%. Angka tersebut menunjukkan adanya masalah kesehatan yang cukup serius karena anemia dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi selama kehamilan. Kekurangan zat besi merupakan faktor risiko utama terjadinya anemia pada ibu hamil. Hal ini umumnya dipengaruhi oleh asupan makanan yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh serta adanya perubahan fisiologis selama masa kehamilan. Dampak anemia tidak hanya dirasakan oleh ibu, tetapi juga memengaruhi kondisi janin. Risiko yang dapat muncul di antaranya adalah persalinan prematur, ancaman dekompensasi kordis, perdarahan antepartum, pecah ketuban dini (KPD), intrauterine growth restriction (IUGR), intrauterine fetal death (IUFD), serta bayi berat lahir rendah (BBLR). Mengingat dampak serius dari anemia defisiensi besi pada ibu maupun janin, maka diperlukan perhatian khusus. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemberian terapi zat besi, misalnya pada kasus anemia sedang dianjurkan konsumsi dua tablet zat besi per hari (2 x 1 tablet). Selain itu, peran bidan juga sangat penting dalam memberikan pendidikan serta edukasi kesehatan kepada ibu.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menganalisis, serta memberikan intervensi yang tepat agar anemia yang dialami ibu hamil, khususnya pada multigravida trimester III di wilayah kerja Puskesmas Tongguh, dapat teratasi. Metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif, menggunakan asuhan kebidanan yang melibatkan anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, serta pendokumentasian tertulis dan foto. Analisis serta implementasi dilakukan secara menyeluruh dengan dokumentasi SOAP. Penelitian ini dilaksanakan pada seorang ibu multigravida trimester III dengan anemia sedang tanpa komplikasi, melalui tiga kali kunjungan.
Pada kunjungan pertama, Ny. J G2P1A0 usia kehamilan 33 minggu didiagnosis anemia sedang dengan masalah ketidakpatuhan mengonsumsi tablet Fe. Ibu mengeluh pusing, lemas, serta BAB keras. Ia mengaku pernah mengalami anemia pada kehamilan sebelumnya dan sering lupa maupun malas minum tablet Fe. Hasil pemeriksaan menunjukkan konjungtiva pucat, TFU lebih kecil dari usia kehamilan, serta kadar hemoglobin 8,9 g/dL. Intervensi diberikan berupa edukasi tentang kondisi anemia, nutrisi, efek samping dan cara konsumsi tablet Fe, tanda-tanda persalinan, terapi Fe 2x1 tablet, serta pemberian lembar ceklist pemantauan konsumsi. Pada kunjungan kedua, ibu tidak lagi mengeluh pusing maupun lemas, meski masih merasakan nyeri pinggang. Kadar hemoglobin meningkat menjadi 12,2 g/dL, menunjukkan perubahan signifikan. Terapi kemudian diturunkan menjadi 1x1 tablet, serta diberikan intervensi terkait nyeri pinggang berupa olahraga ringan, kompres hangat, dan senam hamil. Pada kunjungan ketiga, keluhan nyeri pinggang hilang, namun muncul nyeri perut bagian bawah dan kontraksi tidak teratur. Edukasi diberikan bahwa kondisi tersebut merupakan fisiologis trimester akhir, serta ibu dianjurkan posisi knee-chest untuk membantu menurunkan bagian terbawah janin.
Hasil intervensi menunjukkan keberhasilan dengan peningkatan kadar hemoglobin dari 8,9 g/dL menjadi 12,2 g/dL dalam tiga minggu. Kepatuhan ibu mengonsumsi tablet Fe dan menjaga pola nutrisi berperan besar dalam perbaikan kondisi. Hal ini menggambarkan efektivitas intervensi, termasuk edukasi intensif, konsumsi makanan tinggi zat besi, serta monitoring rutin secara berkelanjutan.
Tidak tersedia versi lain