Text
CASE REPORT PADA PRIMIGRAVIDA TRISEMESTER II DENGAN ANEMIA RINGAN DI PUSKESMAS KLAMPIS KABUPATEN BANGKALAN
Dengan prevalensi 37% wanita hamil, anemia masih merupakan masalah kesehatan global yang signifikan di antara wanita berusia 15-49 tahun. Di Jawa Timur mencapai 10,5%. Data dari Puskesmas Klampis di Kabupaten Bangkalan tahun 2024 menunjukkan 22,7% ibu hamil mengalami anemia. Perubahan fisiologis yang terjadi saat hamil, seperti hemodilusi, meningkatkan risiko anemia, terutama pada primigravida (wanita hamil pertama kali) karena kebutuhan zat besi meningkat. Anemia Kondisi yang muncul pada trimester kedua dapat berdampak serius bagi ibu dan janin, misalnya meningkatkan risiko persalinan prematur dan bayi dengan berat lahir rendah. Tujuan penyusunan ini adalah mendeskripsikan asuhan kebidanan primigravida trimester II dengan anemia ringan di Puskesmas Klampis Kabupaten Bangkalan.
Asuhan menggunakan desain pendekatan Case Report. Waktu yang ditentukan mulai bulan Januari sampai Juni 2025. Subjek penelitian adalah Primigravida Trimester II dengan anemia ringan di Kampung Ra’as Wilayah Pukesmas Klampis Kabupaten Bangkalan dan bersedia menjadi responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, pengkajian fisik dan observasi studi dokumen melalui leamfleat. Telah dilakukan sesuai dengan etik penelitian, termasuk persetujuan tanda tangan dari Klien.
Asuhan kebidanan pada Ny. A primigravida trimester II dengan masalah anemia ringan dilakukan kunjungan rumah sebanyak tiga kali. Pada kunjungan pertama ibu mengeluhkan kadang pusing saat bangun tidur sudah 3 hari yang lalu, dalam Karena ibu sering lupa dan mengalami nyeri pinggang saat melakukan aktivitas terlalu lama, pemeriksaan fisik menunjukkan conjungtiva pucat; hasil pemeriksaan pada tanda-tanda vital TD: 100/70 mmHg, pada pemeriksaan fisik menunjukkan conjungtiva pucat; leopold I didapatkan hasil TFU teraba 1 jari di bawah pusat; leopold II teraba bagian kanan perut ibu, dan leopold III teraba bagian terendah janin, MC Donald 16 cm, pada pemeriksaan penunjang Diagnosa yang diberikan adalah G1P0A0 UK 22–22 minggu, janin tunggal, hidup, letak kepala, dan anemia ringan. Penatalaksanaan awal dilakukan dengan mengajarkan pentingnya mengonsumsi tablet Fe 1 setiap hari, edukasi untuk memperbaiki posisi tidur dan mengurangi aktivitas yang dapat menyebabkan nyeri pinggang. Pada kunjungan kedua keluhan pusing ibu sudah teratasi dengan cara ibu sudah rutin dalam mengkonsumsi tablet Fe, akan tetapi keluhan nyeri pinggang belum teratasi, hasil pemeriksaan pada tanda-tanda vital TD: 100/80 mmHg. Diagnosa yang ditentukan G1P0A0 UK 24-25 minggu janin tunggal, hidup, letak kepala, intrauteri dengan masalah anemia ringan, intervensi yang diberikan meliputi tentang cara mengurangi aktivitas yang dapat menyebabkan nyeri pinggang dan menyarankan ibu untuk melakukan ANC di puskesmas. Pada kunjungan ketiga keluhan nyeri pinggang ibu sudah teratasi akan tetapi ibu mengeluhkan bahwa sering BAK di siang hari, hasil pemeriksaan pada tanda-tanda vital TD : 110/80 mmHg dan dilakukan pemeriksaan Hb ulang dengan hasil 12,8 gr/dL, diagnosa yang ditentukan pada kunjungan ketiga yaitu G1P0A0 UK 26-27 minggu, janin tunggal, hidup, letak kepala, intrauteri, memberikan penjelasan bahwa sering BAK merupaka ketidaknyamanan pada trimester II dan memberikan KIE tentang pentingnya menjaga personal hygiene tetap bersih dan kering
Asuhan kebidanan pada Ny. A primigravida trimester II dengan anemia ringan, menunjukkan bahwa intervensi melalui edukasi dan modifikasi perilaku secara bertahap dapat mengatasi keluhan yang muncul selama kehamilan. Keluhan awal seperti pusing dan nyeri pinggang berhasil diatasi melalui peningkatan kepatuhan konsumsi tablet Fe, perbaikan posisi tidur, dan pengaturan aktivitas. Munculnya keluhan baru seperti sering buang air kecil ditangani dengan edukasi mengenai ketidaknyamanan kehamilan trimester II dan pentingnya menjaga personal hygiene.
Kata Kunci: anemia kehamilan, asuhan kebidanan, edukasi kesehatan
Tidak tersedia versi lain