Text
STUDI KASUS AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN SPOTTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AROSBAYA KABUPATEN BANGKALAN
Pemerintah menerapkan program Keluarga Berencana (KB) untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui penggunaan alat kontrasepsi. Jenis kontrasepsi suntik yang disediakan dalam program KB Nasional salah satunya kontrasepsi suntik 3 bulan Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) yang memiliki tingkat efektivitas yang tinggi. Namun dibalik itu, kontrasepsi DMPA terdapat efek samping yang sering terjadi salah satunya spotting. Spotting merupakan kejadian munculnya bercak darah dari kemaluan diluar siklus haid. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian spotting pada akseptor kontrasepsi suntik DMPA di wilayah kerja Puskesmas Arosbaya Kabupaten Bangkalan.
Metode yang digunakan pada studi kasus yaitu multiple case design. Partisipan penelitian yaitu dua akseptor kontrasepsi suntik DMPA yang mengalami spotting. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Adapun data yang diperlukan yaitu karakteristik dan upaya atau tindakan bidan pada akseptor kontrasepsi suntik DMPA dengan spotting. Teknik pengumpulan data dengan anamnesa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa deskriptif.
Hasil studi kasus didapatkan pada karakteristik yang mempengaruhi terjadinya spotting pada akseptor kontrasepsi suntik DMPA yaitu lama penggunaan dan upaya atau tindakan bidan pada akseptor kontrasepsi suntik DMPA dengan spotting yaitu pemberian pil kombinasi dan ibuprofen, pemberian konseling, serta pembinaan keputusan lanjutan pada akseptor. Penggunaan ABPK perlu ditingkatkan guna dijadikan sebagai alat pengambilan keputusan dalam pemilihan alat kontrasepsi, disamping itu bidan sebaiknya meningkatkan pembinaan akseptor dengan konseling terkait efek samping yang dialami akseptor supaya tidak terjadi dropout kontrasepsi.
Tidak tersedia versi lain