Text
BUDAYA PERAWATAN NEONATUS MENURUT SUKU MADURA DI DESA JADDIH KECAMATAN SOCAH KABUPATEN BANGKALAN
Neonatus merupakan individu yang rentan terhadap penyakit dan berbagai kesehatan, diantaranya infeksi, hipotermi dan kurangnya pemenuhan nutrisi. Masyarakat di Desa Jaddih memiliki keunikan dalam melakukan perawatan neonatus baik dengan pencegahan infeksi, hipotermi dan pemenuhan nutrisi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran budaya perawatan neonatus Menurut Suku Madura di Desa Jaddih Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan.
Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan femonologi atau fenomena yang terjadi di suatu tempat atau lingkungan dengan responden ibu nifas dan neonatus berusia 0-28 hari di masing masing rumah responden di Desa Jaddih Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan pada April-2024 melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi dengan teknik analisa data meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan tentang pencegahan infeksi, pencegahan hipotermi dan pemenuhan nutrisi pada neonatus.
Hasil penelitian menunjukkan pendidikan responden bervariasi diantaranya pendidikan rendah,menengah,dan tinggi. Budaya perawatan neonatus ini sudah ada sejak dahulu dilakukan oleh leluhur di Desa Jaddih meliputi pencegahan infeksi mata dengan menggunakan cellak, pencegahan infeksi tali pusat menggunakan irisan bawang merah yang dibakar, pencegahan hipotermi dengan memandikan bayi dengan air dingin diruangan terbuka dalam waktu lama serta pemenuhan nutrisi dengan memberikan air zam-zam saat bayi pertama kali dilahirkan.
Budaya perawatan neonatus di Desa Jaddih tidak semua salah namun terdapat budaya yang jika dibiarkan dapat merugikan kesehatan untuk itu perlu modifikasi budaya memandikan bayi, pemberian makanan selain ASI. Negosiasi budaya pemberian cellak serta menghilangkan budaya individu dalam pemberian irisan bawang merah pada tali pusat
Tidak tersedia versi lain