perpus@poltekkes-surabaya.ac.id +62 895 1900 2022 | Terakreditasi A
Pilih Bahasa :
Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

PERPUSTAKAAN

  • Beranda
  • Profil
    Tentang KamiPustakawanStatistik
  • Layanan
    Layanan SirkulasiReferensiBebas Pustaka
  • Berita
  • Repository
  • E-Resources
    Indonesiana
    • Batavia Digital
    • Candi di Indonesia
    • Dokumentasi Perfilman Indonesia
    • Dokumentasi Sastra Indonesia
    • Kepustakaan Presiden RI
    • Keraton Nusantara
    • Pernaskahan Nusantara
    • Kepustakaan Tokoh Perfilman
    • Khasanah Pustaka Nusantara
    • Perpuspedia
    Pencarian
    • DOAJ
    • Google Scholar
    • JDIH
    • Bibliografi Nasional Indonesia
    • Katalog Induk Nasional
    • Bursa Efek Indonesia
    Alat
    • Mendeley
    • Zotero
    • Publish or Perish
    • Vos Viewer
    Sumber Belajar
    • Perpustakaan Digital
    • TED
    • Google Experiments
    • Sumber Belajar Kemdikbud
    • Ebook
  • Masuk
    Area AnggotaPustakawanPengunjung

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

ASUHAN KEBIDANAN PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN SPOTTING DI POLINDES PADURUNGAN KECAMATAN TANAH MERAH

SUSI WULANDARI - Nama Orang; Deasy Irawati, S.ST., M.Keb - Nama Orang;

Kontrasepsi suntik DMPA adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan hormonal. Kontrasepsi hormonal jenis KB suntikan ini di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif dan aman. kontrasepsi ini memiliki keuntungan dan kekurangan salah satu kekurangan dari kontrasepsi suntik DMPA ialah spotting yaitu bercak atau flek yang keluar diluar siklus menstruasi. Berdasarkan studi pendahuluan di Polindes Padurungan Kecamatan Tanah Merah Bangkalan pada tahun 2023-2024 jumlah akseptor kontrasepsi suntik DMPA sebesar 130 dari 205 keseluruhan pengguna kontrasepsi. Efek samping yang paling banyak dialami oleh akseptor tersebut yakni spotting 66 orang (50,7%). Hal ini dapat meningkatkan risiko terkena anemia dan potensi mengalami drop out. Tujuan dari asuhan kebidanan adalah mengidentifikasi data subjektif, data objektif, analisa data dan penatalaksanaan pada akseptor kontrasepsi suntik DMPA dengan efek samping spotting.
Metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan memberikan asuhan kebidanan yang melibatkan pengumpulan data primer dan sekunder, teknik anamnesa, pemeriksaan fisik, serta analisis dan penatalaksanaan yang komprehensif dengan evaluasi secara berkala. Hasil asuhan studi kasus di dokumentasikan dalam bentuk SOAP. Sasaran asuhan kebidanan pada studi kasus ini Ny. I usia 32 tahun akseptor lama kontrasepsi suntik DMPA dengan efek samping spotting yang dilaksanakan dari 20 April- 21 Mei 2024 di Desa Padurungan Kecamatan Tanah Merah.
Berdasarkan pengumpulan data, didapatkan data subjektif seorang akseptor kontrasepsi suntik DMPA (Ny.I) usia 32 tahun mengeluh mengalami keluar bercak darah atau flek selama 20 hari bersamaan dengan menstruasi. Hasil pemeriksaan ditemukan tekanan darah, nadi, pernafasan, suhu normal, kenaikan berat badan tidak melampaui batas normal, dan terdapat bercak darah pada area genetalia. P2A0 Akseptor Kontrasepsi Suntik DMPA dengan Efek Samping Spotting. Asuhan kebidanan yang diberikan yaitu memberitahukan kondisi dan hasil pemeriksaan ibu, konseling efek samping kontrasepsi suntik DMPA, penyebab terjadinya spotting, mengurangi aktivitas berat yang dapat menimbulkan stres, konseling personal hygine, dan pemberian obat Pil kombinasi andalan 1x1 tab tablet selama 3-7 hari. Setelah dilakukan evaluasi ibu sudah mengurangi aktivitas berat yang dilakukannya dan sudah minum tablet yang telah diberikan sehingga menunjukkan adanya perubahan berhentinya spotting serta tidak terjadi spotting berulang.
Asuhan kebidanan yang dilakukan pada responden dari awal kunjungan hingga selesai telah dilakukan dengan baik sesuai teori. Keluhan yang dialami ibu yaitu keluar bercak darah atau flek selama 20 hari bersamaan dengan menstruasi setelah 3 kali mendapatkan suntikan DMPA yaitu dengan memberikan pil kombinasi 1x1 selama 3-7 hari telah mendapatkan penanganan. Ibu diharapkan tidak khawatir pada efek samping yang terjadi yaitu spotting sehingga ibu tetap memilih kontrasepsi suntik DMPA.


Ketersediaan
#
Kebidanan Bangkalan 20240026 Sus A
7LTA20240026
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
20240026 Sus A
Penerbit
: ., 2024
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN SPOTTING
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Temukan kami di Youtube

Video edukasi yang menarik tentang berbagai topik

Ikuti Instagram Kami

@polkesbaya_library


NPP 3578082C0000001

Link

  • Web Utama
  • Web Perpustakaan
  • Repository
  • KINK
  • Eresources PNRI

Kontak Kami

Perpustakaan Terpadu Poltekkes Kemenkes Surabaya
Jl. Pucang Jajar Timur II, Kertajaya, Kec. Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60282

WA/Telegram: +62 895 1900 2022
perpus@poltekkes-surabaya.ac.id

Cari


Tumbuh Bersama

Tumbuh bersaama kami dengan pengetahuan yang menakjubkan

Temukan, Pelajari, Berkembang

Perpustakaan, Membangkitkan Keajaiban Lintas Generasi

Nyalakan Masa Depan Anda

Alat dan Panduan untuk Perjalanan Setiap Pembelajar

Baca. Jelajahi. Raih

Dimana Imajinasi Menjadi Kenyataan


Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik