Text
STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI DEPO MEDROKSI PROGESTERON ASETAT DENGAN SPOTTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOCAH KABUPATEN BANGKALAN
Kontrasepsi hormonal DMPA merupakan alat kontrasdepsi yang sangat efektif dalam pencegahan kehamilan dengan cara mengubah siklus menstruasi dan tidak mempengaruhi produksi ASI, DMPA memiliki efek samping salah satunya spotting yaitu timbul bercak darah di luar siklus mensturasi. Data di wilayah Dinkes Kab. Bangkalan pada sert5a tahun 2020 akseptor DMPA berjumlah 29.430 dan yang mengalami spotting 4.893 (16,63%). Tujuan dari Laporan Tugas Akhir ini adalah untuk mengidentifikasi data subjektif dan data objektif, menentukan diagnose dan melakukan penatalaksanaan sesuai diagnose yang sudah ditetapkan.
Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan memberikan asuhan kebidanan pada akseptor kontrasepsi DMPA dengan efek samping Spotting. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data berupa anamnesa, pemeriksaan fisik, observasi dan dokumentasi. Analisa dan penetapan diagnosa berdasarkan nomenklatur kebidanan dengan hasil yang didokumentasikan melalui SOAP.Dilakukan dari tanggal 20 mei-4 juni 2024 dirumah pasien Dsn. Tanggungan,Jung anyar,Kec. Socah,Kab.Bangkalan
Berdasarkan pengumpulan data subjektif didapatkan hasil bahwa Ny. Y, seorang akseptor kontrasepsi suntik DMPA, mengeluh mengalami flek sejak awal pemakaian hingga saat ini yang terhitung kurang lebih 1 tahun. Reponden juga mengatakan bahwa selama pemakaian mengalami penambahan nafsu makan namun penambahan berat badan masih dalam batas normal. Riwayat Kontrasepsi setelah melahirkan anak pertama ibu menggunakan KB suntik 1 bulan lama pemakaian selama 4 tahun alasan berhenti karena lelah untuk suntik ulang setiap bulan, dan berganti KB pil lama pemakaian 3 tahun tidak ada keluhan dan berhenti dengan alasan ingin menambah anak, setelah melahirkan anak kedua. Ibu menggunakan alat kontrasepsi atas kehendak sendiri dan suami mengijinkan, ibu merasa cemas dengan keluarnya flek dan ibu merasa tidak nyaman dengan keadaannya, dan dalam beribadah ibu merasa ragu ragu untuk melakukannya
Dari pengumpulan data objektif didapatkan hasil TD : 120/80 berat badan pada saat dilakukan pengkajian 53,55 kg kenaikan BB yaitu 3,55 Kg, pada pemeriksaan fisik genetalia akseptor kontrasepsi DMPA tidak terkaji karena responden tidak bersedia untuk dilakukan pemeriksaan.
Diagnose yang ditentukan adalah akesptor lama kontrasepsi DMPA dengan efek samping spotting. Penatalaksanaan yang dilakukan yaitu pemberian pil kombinasi dan ibuprofen, KIE mengenai vulva hygiene, KIE mengenai keteraturan mengonsumsi obat yang diberikan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa spotting sudah berhenti dan ibu berencana mengganti kontrasepsi jenis implant.
Asuhan kebidanan menjadi kunci dalam memberikan pemahaman kepada akseptor tentang efek samping kontrasepsi DMPA salah satunya spotting melalui konsultasi dengan bidan. Ibu sebaiknya mengikuti saran yang sudah diberikan terkait keteratutran minum obat dan bidan lebih meningkatkan konseling mengenai pemilihan alat kontrasepsi yang akan dipilih ibu dengan menggunakan ABPK
Tidak tersedia versi lain