Text
ASUHAN KEBIDANAN PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN EFEK SAMPING KENAIKAN BERAT BADAN DI POLINDES PADURUNGAN KECAMATAN TANAH MERAH
Kontrasepsi adalah cara untuk mencegah kehamilan dengan menghalangi pertemuan sel telur dan sperma. Di Indonesia, salah satu metode yang populer adalah kontrasepsi suntik menggunakan Depo Medroksi Progesteron Asetat (DMPA). Meskipun efektif dalam mencegah kehamilan dan tidak memengaruhi produksi ASI, DMPA dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Tujuan asuhan kebidanan adalah memberikan asuhan kebidanan pada akseptor kontrasepsi suntik DMPA dengan efek samping kenaikan berat badan di Polindes Padurungan Kecamatan Tanah Merah.
Metode asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny. F, seorang akseptor kontrasepsi suntik DMPA dengan kenaikan berat badan di Polindes Padurungan dari Januari-Mei 2024. Menggunakan pendekatan studi kasus asuhan kebidanan yang melibatkan pengumpulan data primer dan sekunder, teknik anamnesa dan pemeriksaan fisik, serta analisis dan penatalaksanaan yang komprehensif dengan evaluasi berkala dan pendokumentasian.
Berdasarkan pengumpulan data, didapatkan bahwa Ny. F yang memiliki 2 orang anak adalah seorang akseptor kontrasepsi suntik DMPA, mengeluh mengalami kenaikan berat badan sebanyak 8 kg dalam 18 bulan pemakaian dengan IMT 27,43, menurut WHO hasil IMT tersebut termasuk dalam kategori kelebihan berat badan, Agar berat badannya menjadi ideal (dengan IMT maksimal 24,9), perlu menurunkan sekitar 6,66 kg. Awalnya, pola nutrisi ibu makan 1-2 kali dalam sehari dengan porsi makan 1-2 piring, ibu lebih sering mengkonsumsi cemilan yang tidak lepas dari kandungan tinggi lemak, seperti gorengan, keripik, martabak, risoles dan sejenisnya. Ibu juga tidak pernah melakukan olahraga. Asuhan kebidanan yang diberikan melibatkan pengaturan menu diet yang disesuaikan melalui kolaborasi dengan tim gizi serta pelaksanaan olahraga senam aerobik. Evaluasi hasil dari kunjungan pertama sampai kunjungan kelima menunjukkan penurunan berat badan yang bertahap, dengan penurunan sebanyak 3 kg dalam waktu 7 minggu. Ibu sudah mengubah pola hidupnya dengan mengurangi konsumsi makanan yang tinggi lemak dan sesuai dengan menu diet yang diberikan, serta aktif berolahraga senam aerobik.
Untuk mencapai berat badan ideal, ibu harus tetap mempertahankan asuhan yang diberikan karena masih perlu menurunkan sekitar 3,6 kg lagi. Dengan terus mengikuti pola makan sehat yang telah disarankan dan rutin berolahraga, diharapkan Ny. F dapat mencapai berat badan idealnya dan mempertahankannya dalam jangka panjang.Dalam penanganan ini, asuhan kebidanan menjadi kunci dalam memberikan pemahaman kepada akseptor tentang efek samping kontrasepsi DMPA dan dampak kenaikan berat badan. Melalui konsultasi dengan tim gizi, disusunlah menu diet yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan, serta rencana aktivitas fisik yang tepat, seperti senam aerobik, untuk membantu menurunkan berat badan.Meskipun awalnya terdapat kesulitan dalam menurunkan berat badan, namun dengan konsistensi dan dukungan yang tepat, akseptor berhasil mencapai penurunan berat badan yang stabil. Kombinasi antara asuhan kebidanan yang terstruktur, kolaborasi dengan tim gizi, dan implementasi olahraga yang tepat membuktikan efektivitas dalam mencapai penurunan berat badan yang sehat dan berkelanjutan. Dengan demikian, penanganan kenaikan berat badan pada akseptor
kontrasepsi suntik DMPA tidak hanya memberikan solusi praktis, tetapi juga menjadi contoh implementasi yang berhasil dalam menangani efek samping dari penggunaan kontrasepsi tersebut.
Tidak tersedia versi lain