Text
STUDI KASUS PADA IBU NIFAS DENGAN BENDUNGAN ASI DI FASILITAS KESEHATAN PADURUNGAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANAH MERAH BANGKALAN
Masa nifas adalah masa setelah keluarnya plasenta hingga alat reproduksi kembali seperti sebelum hamil selama 42 hari. Masa nifas erat dengan proses menyusui yang merupakan proses panjang dan harus diketahui serta disiapkan oleh ibu nifas terkait perawatan payudara, kondisi puting susu, teknik menyusui dan pola pemberian ASI. Apabila hal ini tidak dipersiapkan sejak kehamilan, maka dapat terjadi masalah di masa nifas, salah satunya yakni bendungan ASI. Bendungan ASI jika tidak diatasi dapat menyebabkan komplikasi yang berkelanjutan. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui faktor resiko dan penatalaksanaan bendungan ASI yang telah dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan wilayah kerja Puskesmas Tanah Merah Bangkalan.
Studi kasus ini menggunakan metode multiple case design, dilakukan sejak bulan Januari hingga Mei tahun 2024. Subjek dalam studi kasus ini yaitu ibu nifas dengan persalinan pertama, sejumlah 2 orang, nifas hari ke 3-7. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara yang menggunakan instrumen kuisioner dan observasi untuk mendapat data umum dari studi kasus. Analisa data menggunakan tabel dan dinarasikan.
Hasil studi kasus menunjukkan penyebab utama dari bendungan ASI pada subjek 1 yaitu teknik menyusu, sedangkan pada subjek 2 yaitu perawatan payudara dan teknik menyusui yang baik dan benar. Penatalaksanaan yang didapat subjek 1 yaitu teknik menyusui, sedangkan subjek 2 yaitu perawatan payudara dan teknik menyusui.
Untuk mencegah terjadinya bendungan ASI diharapkan adanya pendidikan kesehatan tentang masalah yang terjadi pada ibu nifas terutama bendungan ASI yang meliputi perawatan payudara, identifikasi putting susu sejak kehamilan dan teknik menyusui yang baik dan benar sehingga masalah bendungan ASI tidak terjadi.
Tidak tersedia versi lain