Text
STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN PADA AKSEPTOR KONTRSEPSI SUNTIK PROGESTIN DENGAN PENAMBAHAN BERAT BADAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BURNEH KABUPATEN BANGKALAN
Keluarga Berencana merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup penduduk. Salah satu metode kontrasepsi yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah kontrasepsi suntik progestin sebab praktis dan efektif terhadap pencegahan kehamilan. Meskipun demikian, Depo Medroxy Progesteron Asetat memiliki efek samping yaitu penambahan berat badan dengan masa kerja 12 minggu. Tujuan dari pembuatan studi kasus ini untuk melaksanakan manajemen asuhan kebidanan keluarga berencana pada akseptor lama kontrasepsi suntik progestin dengan penambahan berat badan.
Metode asuhan kebidanan yang diberikan yaitu dengan pendekatan yang One Case Study melalui study kasus pada seorang akseptor kontrasepsi suntik progestin dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa anamnesa, observasi dan dokumentasi. Analisa dan penetapan diagnosa berdasarkan pada nomenklatur kebidanan. Asuhan kebidanan pada akseptor lama kontrasepsi dilakukan di bulan April-Mei 2024, bertempat di rumah pasien Kmp Temorlorong, Burneh. Selanjutnya data yang didapatkan dibentuk menjadi dokumentasi SOAP.
Pada dat subjektif dan objektif didapatkan Ny. S usia 42 tahun dilakukan kunjungan sebanyak 3 kali. Ibu mengalami keluhan peningkatan berat badan sejak 1 tahun menggunakan kontasepsi suntik tersebut yaitu sekitar 6 kg yang menyebabkan ibu merasa tidak nyaman dan tidak percaya diri. Dalam pola nutrisnya ibu mengatakan makan 3-4 kali sehari dan ibu sering mengkonsumsi camilan yang tidak lepas dari kandungan tinggi lemak, seperti gorengan dan sejenisnya. Selain itu, umur dan jumlah anak ≥2 apabila terjadi kehamilan lagi akan menyebabkan kehamilan tergolong dalam resiko tinggi. Asuhan kebidanan yang diberikan adalah dengan konseling mengenai pengaturan dan pengurangan pola makan, melakukan aktivitas fisik seperti olahraga ringan dan konseling mengenai berganti cara menggunakan kontrasepsi MKJP seperti IUD dan MOW. Kunjungan kedua dilakukan 1 minggu setelah kunjungan pertama dan di dapatkan ibu belum mengalami penurunan berat badan meskipun sudah melakukan diet dan melaksanakan aktifitas fisik. Selain itu, dalam kunjungan kedua pasien dan suami masih berdiskusi mengenai ganti cara dalam memilih kontrasepsi. Asuhan yang diberikan kepada ibu adalah mencontohkan menu diet yang menggunakan poster dan melakukan olahraga bersama. Pada hasil evaluasi didapatkan penurunan berat badan ibu yaitu 1kg dalam 3 minggu dan ibu telah mengubah pola hidupnya dengan mengonsumsi makanan yang sesuai dengan menu diet dan ibu lebih sering melakukan olahraga ringan seperti senam serta ibu dan suami telah sepakat untuk berganti cara menggunakan kontrasepsi MKJP yaitu MOW.
Asuhan kebidanan yang diberikan secara telah dilakukan dengan baik dan berjalan dengan normal. Masalah yang dialami akseptor kontrasepsi suntik progestin sudah dapat teratasi dengan baik. Berdasarkan data di atas diharapkan ibu tetap menjaga pola makan dan melakukan aktivitas fisik ringan serta diharapkan ibu lebih yakin dalam memilih berganti cara menggunakan kontrasepsi MKJP yaitu MOW. Sehingga ibu merasa lebih aman dan nyaman terhadap kontrasepsi yang akan digunakan.
Tidak tersedia versi lain