Text
ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. M G2P1A0 UK 36 SAMPAI DENGAN 40 MINGGU, PERSALINAN, BAYI BARU LAHIR, NIFAS, NEONATUS DAN PELAYANAN KB DI PONKESDES BERBELUK WILAYAH KERJA PUSKESMAS AROSBAYA
Kehamilan dan persalinan yang lebih dari satu kali disebut multigravida. Pada ibu multigravida trimester III dapat mengalami perubahan yang menyebabkan ketidaknyamanan pada ibu. Ketidaknyamanan yang dirasakan seperti sering kencing nyeri punggung, konstipasi, kram pada kaki, nyeri ulu hati dan sesak nafas. Tujuan dari asuhan continuity of care pada ibu multigravida yaitu melakukan asuhan pada ibu multigravida mulai dari kehamilan, persalinan, nifas sampai periode pelayanan KB, sangat dibutuhkan untuk mengantisipasi terjadinya ketidaknyamanan dan mendeteksi dini adanya masalah dan mencegah komplikasi. Metode asuhan melalui studi kasus dengan memberikan asuhan berkelanjutan pada ibu multigravida trimester III dengan pemberian asuhan Antenatal Care, persalinan dan bayi baru lahir, nifas, neonatus, dan pelayanan KB. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari anamnesa, observasi, studi dokumentasi. Analisis dan penentuan diagnose berdasarkan nomenklatur kebidanan. Secara keseluruhan proses asuhan disajikan dalam bentuk dokumentasi SOAP. Pada asuhan kehamilan dilakukan kunjungan sebanyak 3 kali. Hasil pemeriksaan didapatkan terjadi masalah sering kencing, pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan. Analisa yang didapatkan usia kehamilan 36-37 minggu. Penatalaksanaan untuk keluhan sering kencing yaitu menjelaskan penyebab sering kencing pada kehamilan tua, menganjurkan ibu mengurangi frekuensi minum dimalam hari dan meningkatkan disiang hari untuk mencegah dehidrasi serta mengurangi minum yang mengandung kafein yang meningkatkan frekuensi berkemih. Keluhan yang terjadi pada masa kehamilan teratasi. Pada asuhan persalinan mulai dari kala I hingga kala IV berjalan dengan normal. Bayi lahir spontan pukul 10.00 WIB, bayi menangis kuat dan bergerak aktif, berat badan 2900 gram, pemeriksaan fisik dalam batas normal. Asuhan kebidanan pada masa nifas dilakukan kunjungan sebanyak empat kali. Hasil pemeriksaan didapatkan TTV normal, penurunan TFU normal, lochea normal. Keluhan yang ditemukan pada KF 1 yaitu perut mulas. Penatalaksanaan untuk keluhan perut mulas yaitu menjelaskan penyebab perut mulas karena adanya involusi uteri. Keluhan yang terjadi pada masa nifas teratasi. Pada kunjungan masa neonatus dilakukan sebanyak tiga kali dan didapatkan hasil kondisi bayi normal. Pada kunjungan ketiga terdapat kenaikan BB pada bayi 200 gram dari BB lahir 2900 gram menjadi 3100 gram diakhir kunjungan. Penatalaksanaan yang dilakukan yaitu tetap menjaga kehangatan bayi, pemberian ASI sampai usia 6 bulan tanpa diberi tambahan makanan, dan imunisasi. Asuhan kebidanan pada pelayanan KB sudah dilakukan tetapi ibu belum ingin mengikuti program KB karena suami sedang berlayar. Asuhan yang diberikan pada Ibu M masa hamil sampai pemilihan kontrasepsi berjalan dengan normal. Berdasarkan kesimpulan diatas, permasalahan dapat teratasi dan tidak ada kesenjangan antara teori dan fakta. Bidan tetap memberikan asuhan kebidanan secara berkelanjutan dan menjalankan program- program seperti kunjungan rumah untuk mendeteksi secara dini adanya komplikasi yang terjadi pada ibu sehingga dapat dilakukan penanganan dini apabila terjadi komplikasi.
vii
Tidak tersedia versi lain