Text
ASUHAN KEBIDANAN PADA G1P0A0 UK 37-40 MINGGU, PERSALINAN & BBL DENGAN OLIGOHIDRAMNION, NIFAS, NEONATUS DAN PELAYANAN KB DI WILAYAH PUSKESMAS TANAH MERAH BANGKALAN
Seorang perempuan dalam siklus kehidupannya akan mengalami proses fisiologi yang merupakan kodratnya, salah satunya adalah kehamilan.Primigravida merupakan kehamilan pertama kali pada seorang wanita dengan usia terbaik antara usia 20 tahun hingga 35 tahun. Umumnya proses kehamilan, persalinan, dan nifas berlangsung normal, namun tidak menutup kemungkinan akan terjadi berbagai masalah. Pada primigravida akan banyak keluhan ibu dalam masa kehamilanya jika tidak ditangani dengan baik maka dapat mengarah pada hal yang patologis. Salah satunya adalah Oligohidramnion merupakan suatu keadaan dimana air ketuban kurang dari 500 ml yang mempunyai resiko terjadinya gawat janin maupun infeksi. Oligohidramnion terjadi di masa kehamilan trimester terakhir, hal ini berhubungan dengan pertumbuhan janin yang kurang baik. Disaat-saat akhir kehamilan, oligohidramnion dapat meningkatkan resiko komplikasi persalinan dan kelahiran, termasuk kerusakan pada ari-ari, memutuskan saluran oksigen kepada janin dan menyebabkan kematian janin. Untuk itu diperlukan asuhan berkelanjutan (Continuity Of Care). Tujuan dilakukannya untuk Memberikan asuhan kebidanan secara Continuity Of Care pada ibu primigravida mulai dari periode kehamilan, persalinan & BBL dengan Oligohidramnion, nifas, neonatus sampai pelayanan kontrasepsi.
Asuhan Continuity of Care dilaksanakan dengan studi kasus pada Ny.āIā G1P0A0 usia kehamilan 37- 40 minggu dengan kehamilan, persalinan dan bayi baru lahir dengan Oligohidramnion, nifas, neonatus, dan pelayanan kontrasepsi. Studi kasus dilakukan diwilayah Puskesmas Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Waktu dilaksanakan mulai bulan Oktober 2021 sampai dengan Mei 2022. Sumber data diambil dari data primer yang diperoleh secara langsung dari klien dan data sekunder diperoleh tidak langsung dari catatan asuhan pasien di puskesmas. Teknik secara pengumpulan data menggunakan anamnesa, obsevasi. Analisis untuk menentukan diagnosa berdasarkan nomenklatur kebidanan yang didapat dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Penyajian data disajikan secara sistematis dalam bentuk laporan yang mengarah pada kesimpulan.
Hasil studi masa kehamilan didapatkan masalah sering kencing, sakit punggung, dan mudah lelah. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan MAP 93, punggung lordosis, kaki oedem. Analisa Ny.I G1P0A0 uasia kehamilan 38-39 minggu. Asuhan yang diberikan yaitu menjelaskan kepada ibu bahwa ibu termasuk potensi sedang terjadinya preeklamsi berdasarkan MAP, menjelaskan mengenai keluhan nyeri punggung, sering kencing, kaki oedem dan cara mengatasinya. Proses persalinan dengan oligohidramnion dan lilitan 1x ditolong dokter obgyn di Rumah Sakit Aisyiyah bangkalan, bayi lahir menangis, jenis kelamin laki-laki, BB 2.900 gram, PB 49 cm. Pada hari ke 1 postpartum mengeluh nyeri luka bekas operasi. Setelah dilakukan asuhan keluhan dapat teratasi tanpa adanya komplikasi. Selama masa nifas berjalan dengan normal, proses involusi dan laktasi berjalan dengan normal. Kunjungan neonatus telah dilaksanakan dengan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan di RS karena diperlukan perawatan selama 1 hari untuk dilakukan observasi post SC karena riwayat ibu yang mengalami oligohidramnion danlilitan 1x. Masalah yang ditemukan pada By. Ny. I yaitu bayi diberikan susu formula sejak di Rumah Sakit. Asuhan yang dilakukan diantaranya pemberian edukasi mengenai menjelaskan manfaat ASI daripada susu formula bagi bayi, dan menganjurkan ibu untuk memberikan ASI secara on demand. Masalah tersebut dapat diatasi dengan ditandai frekuensi menyusu bayi yang semakin meningkat, sehingga pemberian susu formula berkurang. Pelayanan kontrasepsi didapatkan P1A0, memilih kontrasepsi KB Implant, karena ibu masih menyusui bayinya. KB Implant tidak mempengaruhi produksi ASI dikarenakan hanya mengandung hormon progestin dan tidak mengandung hormon esterogen.
Asuhan kebidanan secara Continuity Of Care yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus sampai pelayanan kontrasepsi telah dilaksanakan dan dapat mengantisipasi dan mengatasi komplikasi sehingga masalah yang dialami dapat teratasi. Keaktifan ibu dalam kelas ibu hamil sangat dibutuhkan dikarenakan banyak manfaat yang dapat diterima mengenai kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, dan KB. Selain itu juga dapat membaca buku atau literatul yang diperoleh dari google untuk menambah wawasan saat hamil. Diharapkan dalam pendekatan pada klien bidan seharusnya lebih sering berkomunikasi dengan memberikan motivasi dan dukungan selama proses kehamilan hingga nifas. Dengan demikian pelayanan kesehatan dapat dilakukan sesuai dengan standart yang telah ditetapkan. Sehingga dapat mendeteksi secara dini adanya komplikasi yang dapat membahayakan kesehatan ibu
Tidak tersedia versi lain