Text
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY. “D” USIA KEHAMILAN 38-39 MINGGU, PERSALINAN, NIFAS, NEONATUS, DAN PELAYANAN KONTRASEPSI DI POLINDES WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANYUATES
Pada proses kehamilan, persalinan dan nifas umumnya merupakan suatu kejadian fisiologis yang normal, namun tidak menutup kemungkinan akan mengalami berbagai masalah kesehatan. Pada multigravida masalah atau ketidaknyamanan nya seperti nyeri punggung, kram kaki, gangguan tidur dan lain-lain. Dampak nyeri punggung akan memicu terjadinya stres dan perubahan mood pada ibu hamil, yang lebih memperburuk nyeri punggung jika stress berlebihan maka berdampak pada persalinan yang mempengaruhi pada hormone oksitosin yang menyebabkan kontraksi tidak adekuat sehingga menjadikan persalinan lama dan fetal distress atau asfiksia apabila tidak dikelola dengan baik. Sehingga diperlukan asuhan kebidanan secara Continuity of Care pada kehamilan TM III, persalinan, nifas, neonatus, dan pelayanan kontrasepsi, untuk mendeteksi secara dini adanya kelainan sehingga tidak terjadi komplikasi dari sejak masa kehamilan sampai dengan pelayanan kontrasepsi.
Metode dengan studi kasus dengan memberikan asuhan kebidanan pada Multigravida Triester III, persalinan dan bayi baru lahir, nifas, dan pelayanan keluarga berencana secara Continuity of care serta didokumtasikan secara SOAP.
Pendampingan pada Ny. D G3P2A0 usia kehamilan 37-38 minggu dengan kehamilan fisiologis janin tunggal, hidup, intrauterine, letak kepala. Asuhan kehamilan dilakukan 2 kali kunjungan, kunjungan pertama dan kedua tidak ditemukan masalah apapun. Memberikan ibu tablet FE dan vitamin, serta pencegahan penularan virus covid-19 dengan menerapkan prokes yang baik dan benar ketika berada diluar rumah. Selama persalinan kala I sampai kala IV berjalan normal, pertolongan persalinan sesuai dengan standart APN 60 langkah dan pendokumentasian dicatat dalam lembar partograf. Bayi lahir spontan berjenis kelanin laki-laki, berat badan 3800 gram dan panjang badan 50 cm. pada kunjungan nifas pertama, kedua dan ketiga tidak ditemukan masalah apapun. pada kunjungan neonatus pertama, kedua dan ketida tidak ditemukan masalah apapun dan terjadi peningkatan berat badan pada neonatus pada kunjungan ketiga, memastikastikan kebutuhan nutrisi bayi dan bayi diberikan ASI sesering mungkin setiap 2 jam sekali atau setiap waktu bayi ingin menyusu. Pada asuhan akseptor KB dilakukan sesuai standart, hasil pengkajian, pemeriksaan, penapisan (keadaan ibu normal), diberikan konseling, informed consent, informed choice dan ibu memilih kontrasepsi suntik 3 bulan karena tidak mengganggu produksi ASI dengan status ibu sedang menyusui bayinya secara eksklusif.
Asuhan Ny. D dilakukan sesuai standart sehingga kondisi ibu kembali normal. Berdasarkan kesimpulan diatas, diharapkan petugas kesehatan dapat mempertahankan dan meningkatkan pelayanan sesuai standart sehingga mampu mendeteksi dini adanya komplikasi yang dapat membahayakan ibu dan bayi meskipun pada kondisi pandemic covid-19 dengan memenuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.
Tidak tersedia versi lain