Text
ASUHAN KEBIDANAN CONTINUITY OF CARE PADA G1P0A0 USIA KEHAMILAN 38 MINGGU, BERSALIN DAN BBL, NIFAS, NEONATUS, DAN KELUARGA BERENCANA
Primigravida merupakan kehamilan pertama kali pada seorang wanita dengan usia terbaik antara usia 20 tahun hingga 35 tahun. Pada proses kehamilan, persalinan dan nifas umumnya merupakan suatu kejadian fisiologis yang normal, tidak menutup kemungkinan akan mengalami berbagai masalah kesehatan dan kurangnya pengetahuan maka sering menimbulkan cemas, kekhawatiran dan gangguan tidur. Asuhan ini perlu diberikan pada Ny. R G1P0A0 usia kehamilan 37-38 minggu untuk memberikan asuhan kebidanan secara Continuity of Care pada kehamilan TM III, persalinan, nifas, neonatus, dan pelayanan kontrasepsi, untuk mendeteksi secara dini adanya kelainan sehingga tidak terjadi komplikasi dari sejak masa kehamilan sampai dengan pelayanan kontrasepsi.
Metode asuhan kebidanan yang diberikan di BPM Bd.D mulai dari kehamilan hingga penggunaan kontrasepsi yaitu dengan memberikan asuhan kebidanan secara berkelanjutan (Continuity of care) serta penyajian data asuhan kebidanan menggunakan bentuk dokumentasi SOAP mulai dari kehamilan menggunakan pemeriksaan 10T, Persalinan dan BBL menggunakan pertolongan persalinan sesuai standart APN 60 langkah, Nifas menggunakan standart pelayan Kesehatan Ibu Nifas (KF), Neonatus menggunakan standart Pelayanan Kesehatan Neonatus (KN), dan pelayanan kontrasepsi menggunakan standart BKKBN.
Saat kunjungan pertama Ny. R G1P0A0 usia kehamilan 36-37 minggu didapatkan keluhan nyeri punggung, KSPR 2. Asuhan yang diberikan memberitahukan pada ibu tanda tanda persalinan, pemberian tablet FE dan kalk, serta sesering mungkin ibu membaca buku KIA supaya dapat mengantisipasi kondisi kehamilannya. Selama proses persalinan dari kala 1 sampai dengan kala IV berlangsung secara normal, pertolongan persalinan telah sesuai dengan standart APN 60 langkah dan pendokumantasian dicatat dalam lembar partograf. Bayi lahir spontan berjenis kelamin laki-laki, berat badan 2900 gr dan panjang badan 48 cm. Pada kunjungan nifas pertama tidak terdapat keluhan. Pada kunjungan kedua terdapat keluhan bendungan ASI pada payudara sebelah kiri dan pada kunjungan ketiga tidak terdapat keluhan. Pada neonatus didapatkan diagnosa cukup bulan, ditemukan masalah bayi rewel, namun masalah dapat diatasi setelah diberikan asuhan. Pada asuhan kebidanan akseptor KB, diberikan konseling, informed choise, informed consent dan ibu memilih kontrasepsi suntikan 3 bulanan karena tidak akan mengganggu produksi ASI dengan status ibu sedang menyusui bayinya secara eksklusif.
Asuhan kebidanan yang telah diberikan secara Continuity of care mulai dari masa kehamilan sampai pelayanan kontrasepsi telah dilakukan sesuai dengan standart dan berjalan dengan normal, walaupun terdapat masalah pada kunjungan pertama nifas yaitu terjadi bendungan ASI, namun masalah tersebut dapat teratasi. Pasien sebaiknya tetap menerapkan anjuran yang diberikan bidan khususnya perawatan dirinya dan bayinya, senantiasa membawa bayinya ke posyandu untuk imunisasi sesuai jadwal, sehingga asuhan kebidanan berkelanjutan dapat diberikan secara optimal dan menambah pemahaman ibu mengenai risiko dini yang bisa saja terjadi.
Tidak tersedia versi lain